Hingga 30 Oktober, Medan dan 23 Daerah di Sumut Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan, 27–30 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Dinamika atmosfer yang berkembang di sekitar Sumut mendukung terbentuknya awan hujan secara masif, sehingga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi sirkulasi siklonik yang terbentuk di utara Aceh. Fenomena ini memicu pertemuan dan perlambatan angin yang membentang dari wilayah pantai barat, lereng barat, pegunungan, hingga lereng timur Sumut.
"Fenomena tersebut diperkuat oleh aktifnya gelombang atmosfer serta tingginya labilitas udara, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari," ujar Hendro di Medan, Selasa (27/10/2026).
Kombinasi Fenomena Atmosfer Picu Hujan Intensitas Tinggi
Menurut Hendro, potensi cuaca ekstrem juga diperkuat oleh aktivitas gelombang atmosfer di Sumut serta Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia. Kedua fenomena tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Sumut.
Ancaman semakin besar karena suhu muka laut terpantau hangat, berkisar 30–31 derajat Celsius, sementara kelembapan udara di seluruh lapisan atmosfer relatif tinggi. Kondisi ini memungkinkan pasokan uap air dalam jumlah besar masuk ke atmosfer dan mendukung pertumbuhan awan konvektif, termasuk cumulonimbus yang dapat menghasilkan hujan lebat, petir, serta angin kencang.
"Kombinasi berbagai faktor ini menyebabkan pasokan uap air melimpah ke wilayah Sumut, sehingga memicu pertumbuhan awan-awan konvektif (cumulonimbus) secara masif," imbuhnya.
BMKG memprakirakan peningkatan pembentukan awan hujan terutama terjadi di kawasan pantai barat, lereng barat, pegunungan, dan lereng timur Sumut. Hujan berintensitas tinggi berpotensi berlangsung pada siang hingga dini hari, bahkan dapat bertahan lebih dari tiga jam.
Durasi hujan yang panjang perlu menjadi perhatian, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor. Masyarakat diimbau tidak menganggap remeh perubahan cuaca, terlebih ketika hujan deras disertai petir dan angin kencang.



