Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Mendiang Juwita yang Sempat Viral Disebut Korban Kecelakaan, Ternyata Korban Pembunuhan

Juli Rambe • Jumat, 28 Maret 2025 | 09:00 WIB
Mendiang Juwita dan kekasihnya yang merupakan anggota TNI AL. (Dok: istimewa)
Mendiang Juwita dan kekasihnya yang merupakan anggota TNI AL. (Dok: istimewa)

 

SUMUTPOS.CO- Belakangan ini, viral di media sosial video seorang wanita yang dikabarkan meninggal karena kecelakaan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Bahkan, dalam video yang viral dinarasikan, mendiang Juwita akan pulang kampung untuk bertemu keluarganya.

Namun ternyata, korban tersebut merupakan korban pembunuhan.

Diduga, pelaku pembunuhan adalah kekasihnya sendiri yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut (AL) yang bertugas di Lanal Balikpapan.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut PM Ronald Ganap, mengonfirmasi keterlibatan oknum tersebut dalam peristiwa tragis ini.

"Oknum itu berinisial J dengan pangkat Kelasi Satu. Dia baru bertugas di Lanal Balikpapan selama satu bulan setelah sebelumnya ditempatkan di Lanal Banjarmasin," ujar Ronald Ganap di Balikpapan, Rabu (26/3/2025).

Kelasi Satu J diketahui berasal dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan telah mengabdi sebagai anggota TNI AL selama empat tahun. Saat ini, ia sudah diamankan oleh Polisi Militer Lanal Balikpapan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Sesuai arahan pimpinan TNI AL, proses hukum akan dijalankan secara transparan sebagai bentuk komitmen dalam pengungkapan kasus ini. Tidak ada yang ditutup-tutupi," tambahnya.

Dandenpom menegaskan bahwa oknum tersebut akan menerima sanksi tegas atas perbuatannya. "Hukuman berat menanti, termasuk pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH)," tegasnya.

Korban dalam kasus ini adalah seorang jurnalis bernama Juwita, 23, yang bekerja di media daring lokal di Kota Banjarbaru. Peristiwa tragis ini terjadi pada 22 Maret 2025.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini dan menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mengusutnya hingga tuntas.

"Kami terus mengumpulkan bukti dan akan segera mengungkap hasil penyelidikan dalam waktu dekat," ujar Rosyanto.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan kini tengah menunggu hasil visum dan bukti pendukung lainnya untuk mengungkap penyebab kematian Juwita secara pasti.

Juwita ditemukan tewas di kawasan Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 15.00 WITA. Jasadnya ditemukan tergeletak di tepi jalan bersama sepeda motornya, awalnya diduga sebagai korban kecelakaan tunggal.

Namun, kecurigaan muncul setelah warga yang menemukan jasadnya tidak melihat tanda-tanda kecelakaan di lokasi. Selain itu, terdapat luka lebam di bagian leher korban. Ponsel milik Juwita juga dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.

Sebagai seorang jurnalis, Juwita aktif meliput berita di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Ia juga tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan serta telah memiliki sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan kualifikasi wartawan muda.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan TNI AL untuk mengungkap motif serta kronologi kejadian secara lebih rinci. (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe