Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Maskapai Penerbangan Sementara Hindari Langit Timur Tengah

Johan Panjaitan • Rabu, 25 Juni 2025 | 08:30 WIB


LAYANI: Singapore Airlines menyatakan berhenti  melayani delapan penerbangan ke Dubai sampai hari ini, Rabu (25/6). (foto: cirium.com)
LAYANI: Singapore Airlines menyatakan berhenti melayani delapan penerbangan ke Dubai sampai hari ini, Rabu (25/6). (foto: cirium.com)

TEHERAN, Sumutpos.Jawapos.com- Maskapai penerbangan terdampak atas perang udara antara Iran dan Israel yang dibumbui Amerika Serikat. Satu per satu maskapai untuk sementara menghindari langit Timur Tengah.

Singapore Airlines menyatakan berhenti dulu melayani delapan penerbangan ke Dubai sampai hari ini, Rabu (25/6).
"Beberapa penerbangan ke kota-kota lain (di Timur Tengah) ikut ditangguhkan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," demikian dilansir dari laman maskapai penerbangan paling dikagumi kedua di dunia dalam daftar tahunan Fortune tersebut.

KLM, maskapai penerbangan asal Belanda, juga mengumumkan penundaan terbang ke Dubai (Uni Emirat Arab) serta Riyadh dan Dammam (Arab Saudi) hingga waktu yang belum ditentukan. Sebelumnya, British Airways membatalkan penerbangan dari Bandara Heathrow (London) ke Dubai dan Doha (Qatar) pada akhir pekan lalu.

France24 melaporkan, Air France telah menghentikan penerbangan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Rute Paris-Tel Aviv juga ditangguhkan hingga 14 Juli mendatang. Maskapai afiliasinya, Transavia, membatalkan rute Paris-Beirut hingga 30 Juni. Begitu pula penerbangan ke Tel Aviv dihentikan hingga 7 September.

Grup Lufthansa dari Jerman juga menangguhkan seluruh penerbangan ke kawasan Timur Tengah hingga 30 Juni. Aegean Airlines dari Yunani menghentikan rute ke Tel Aviv hingga 12 Juli. Penerbangan ke Amman, Beirut, dan Erbil juga ditangguhkan hingga 28 Juni.

Maskapai asal Turki, Pegasus, membatalkan seluruh rute ke Irak, Yordania, dan Lebanon sampai 30 Juni. Penerbangan ke Iran bahkan dihentikan sampai 30 Juli. Sementara Turkish Airlines membatalkan semua penerbangan ke Baghdad, Damaskus, dan Teheran hingga 1 Juli.

Dari AS, United Airlines telah memperingatkan bahwa rute ke dan dari Dubai antara 18 Juni hingga 3 Juli berpotensi dibatalkan. Maskapai ini memberikan opsi perubahan jadwal tanpa biaya dalam kondisi tertentu. Maskapai AS lainnya juga menerapkan kebijakan serupa untuk rute Tel Aviv pada periode 13 Juni hingga 1 Agustus. Konsumen diberi opsi memesan ulang ke kota-kota besar di Eropa.

Air Canada juga ikut menangguhkan layanan langsung dari Toronto ke Dubai mulai 18 Juni. Penangguhan ini bersifat sementara, namun bisa diperpanjang. Meski begitu, penerbangan dengan transit di Eropa melalui maskapai mitra masih tersedia.

Di sisi lain, American Airlines memberikan fleksibilitas bagi penumpang yang ingin mengubah jadwal penerbangan ke Doha tanpa biaya, untuk keberangkatan antara 19 Juni hingga 20 Juli.

"Konflik yang meluas di sekitar Selat Hormuz telah mengancam lalu lintas penerbangan global, terutama dengan diberlakukannya pembatasan penerbangan ke pusat-pusat transfer utama di Qatar dan UEA," tulis analis Bloomberg Intelligence Eric Zhu dan George Ferguson. (lyn/dns/jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#klm #israel #british airways #iran #singapore airlines