Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kisah Ibu di Bandung Viral, Bayinya Digendong Wanita Lain saat Mau Keluar dari RSHS

Juli Rambe • Jumat, 10 April 2026 | 18:31 WIB
Ilustrasi bayi baru lahir. (Dok: freepik)
Ilustrasi bayi baru lahir. (Dok: freepik)

 

SUMUT POS- Seorang ibu di Bandung viral di media sosial setelah mengaku bayinya sempat dibawa orang tak dikenal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). 

Melalui akun media sosialnya, Nina Saleha menceritakan kasus yang dialaminya nyaris kehilangan bayinya di dalam lingkungan rumah sakit dan menduga ada praktik perdagangan anak dalam kasus tersebut.

Diketahui, ia hendak membawa pulang bayinya, namun justru menemukan buah hatinya berada di tangan orang lain yang bukan perawat.

Baca Juga: Geledah Dua Kantor BPN, Kejati Sumut Kejar Bukti Korupsi Tol Medan-Binjai

Nina merupakan pasien rujukan di RSHS. Sebelumnya, ia melahirkan di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran pada 1 April, lalu bayinya dirujuk ke RSHS pada 5 April untuk penanganan lanjutan.

Pada hari kejadian, Nina sempat pulang untuk mengambil perlengkapan bayi. Pagi harinya, ia mendapat kabar bahwa bayinya sudah diperbolehkan pulang. Sambil menunggu, ia dan suaminya sempat keluar untuk makan.

Namun, firasat membuat Nina memutuskan kembali ke ruang perawatan. Setibanya di ruang tunggu, ia terkejut melihat bayinya sedang digendong orang lain yang tidak dikenalnya. Dalam kondisi panik, Nina langsung mengambil bayinya.

"Saya tanya 'kenapa gendong bayi saya?'. Terus ibu itu kayak kebingungan. Saya tahu itu bayi saya dari selimut dan pakaian yang saya siapkan," katanya dalam Bahasa Sunda yang sudah diterjemahkan.

Situasi sempat memicu keramaian dan para perawat berdatangan. Nina kemudian meminta penjelasan kepada petugas rumah sakit.

"Katanya saya sudah dipanggil, tapi enggak datang-datang. Tapi saya tanya lagi, 'kok bisa digendong orang lain? Yah, gitu aja jawabannya," ujarnya.

Tak hanya itu, Nina juga menyebut tak ada gelang pasien yang seharusnya berada di tangan bayinya. Saat ditanya ke perawat RSHS, ia mendapat jawaban bahwa hal itu untuk melindungi anak dari virus.

Terkait hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan bahwa pihak RSHS sudah mendatangi Nina untuk membereskan masalah tersebut.

Ia meminta agar menghubungi pihak RSHS terkait perkembangan informasi lebih lanjut. Namun, hingga saat ini pihak humas RSHS belum memberikan tanggapan. (jpc/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
#bayi di RSHS #bayi diambil dari RS #perdagangan bayi