SUMUT POS– Pendaki asal Binjai, Kris Biantoro atau akrab disapa Bento akhirnya disemayamkan di Gunung Leuser tepatnya di Padang Sapana.
Abang kandung korban, Priono mengatakan bahwa ini merupakan keputusan berat. Tetapo, keluarga besar telah setuju dan menerima dengan ikhlas.
“Kami keluarga besar sudah mengikhlaskan adik kami Bento disemayamkan di puncak Leuser. Semua ini karena kondisi alam dan cuaca yang sangat ekstrem,” ujar Priono saat dijumpai di salah satu penginapan di Blangkejeren, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Dilaporkan Sejak 2024, Nazir Masjid di Namorambe Desak Polda Sumut Beri Kepastian Hukum
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim gabungan, mulai dari Basarnas, TNI, hingga Polri, yang telah berupaya maksimal melakukan evakuasi.
Menurutnya, medan yang berat, jarak tempuh yang jauh, serta cuaca yang tidak bersahabat membuat proses evakuasi jenazah ke bawah gunung tidak memungkinkan. Keluarga pun telah menandatangani kesepakatan untuk pemakaman di lokasi.
Sementara itu, Kapospol Blang Jerango, Aiptu Zen, menjelaskan bahwa tim evakuasi sebenarnya telah diberangkatkan setelah menerima laporan dari pendaki yang turun dan meminta bantuan. Saat itu, jenazah korban masih berada di Padang Sapana dan dijaga oleh dua pendaki serta seorang pemandu (gaek).
“Setelah dilakukan koordinasi dan mempertimbangkan kondisi akses, jarak tempuh, serta cuaca ekstrem, evakuasi tidak memungkinkan dilakukan dalam waktu cepat,” jelasnya.
Akhirnya, melalui kesepakatan bersama antara pihak kepolisian, TNI, serta Taman Nasional Gunung Leuser, bersama Abang Kandungnya Priono diputuskan bahwa jenazah Bento dimakamkan di lokasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tim evakuasi dilaporkan telah selesai melakukan pemakaman di Padang Sapana dan sedang dalam perjalanan kembali menuju posko Kedah, Kecamatan Blang Jerango, Kabupaten Gayo Lues.
Kepergian Bento di puncak Leuser menjadi pengingat akan kerasnya alam pegunungan, sekaligus meninggalkan kisah duka yang mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya. (rpg/ram)
Editor : Juli Rambe