SUMUT POS- Berdasarkan data sementara, lima korban telah mengarah pada identifikasi awal. Mereka terdiri atas sopir truk tangki Seleraya bernama Aryanto (48), warga Lubuklinggau, serta penumpangnya Martono (47), petani asal Desa Belani.
Keduanya ditemukan meninggal di dalam kendaraan tangki.
Sementara tiga korban lain berasal dari bus ALS, yakni sopir bus Alif (44) asal Jawa Tengah serta dua kru bus bernama Saf (50) dan Maleh (42), yang keduanya diketahui berasal dari Medan.
Baca Juga: Dirut Sritex Divonis 14 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Seluruh korban sebelumnya dievakuasi dari Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau untuk menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan.
Kepala Bidang Dokkes Polda Sumsel AKBP Andrianto menjelaskan seluruh jenazah yang tiba di rumah sakit terlebih dahulu ditempatkan di ruang pendingin sebelum menjalani tahapan identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Kami membentuk tim pagi ini yang juga melibatkan personel dari Jakarta. Total ada tujuh dokter forensik didampingi 30 personel yang mulai bekerja pukul 08.00 WIB,” ujar Andrianto di Palembang dikutip dari Antara, Kamis (7/5).
Ia mengatakan proses identifikasi tidak mudah dilakukan lantaran sebagian besar korban mengalami luka bakar cukup parah akibat kecelakaan tersebut.
Polda Sumsel juga membuka posko pengaduan di RS Bhayangkara Palembang.
Diketahui, Bus ALS terbakar setelah mengalami tabrakan dengan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Ada 16 korban yang meninggal dunia dan alami hangus terbakar. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe