JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Penurunan harga minyak mentah dunia mulai berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga sejumlah BBM non-subsidi dengan memangkas tarif jualnya mulai Juli 2026. Penurunan harga ini diharapkan memberi ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menikmati biaya energi yang lebih efisien.
Salah satu penurunan paling signifikan terjadi pada Pertamina Dex. Harga solar diesel premium tersebut turun dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter, atau berkurang Rp3.650 per liter. Penyesuaian ini setara dengan penurunan sekitar 15 persen.
Hal serupa berlaku untuk Dexlite. BBM diesel berkualitas ini kini dibanderol Rp19.700 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp23.000 per liter. Dengan demikian, konsumen menikmati penghematan Rp3.300 per liter, atau sekitar 14 persen.
Baca Juga: Amerika Vs Bosnia: Ancaman Kejutan The Dragons
Penyesuaian harga tidak hanya berlaku pada BBM kendaraan bermotor. Avtur untuk penerbangan domestik juga mengalami koreksi seiring tren pelemahan harga energi global.
Di Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, harga avtur (sebelum pajak) turun dari Rp22.190 per liter pada Juni menjadi Rp19.190 per liter pada Juli. Penurunan sebesar Rp3.000 per liter atau sekitar 14 persen tersebut diharapkan turut menekan biaya operasional maskapai penerbangan.
Pertamina menegaskan, penyesuaian harga dilakukan mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan mekanisme evaluasi yang berlaku. Kendati harga turun, perusahaan memastikan kualitas seluruh produk BBM tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar,” ujar pihak Pertamina.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan