Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

AHY Hadir di Pembukaan Sinode GPI, Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Kolaborasi dalam Membangun Indonesia

Juli Rambe • Sabtu, 4 Juli 2026 | 11:00 WIB
PEMBUKAAN: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menghadiri pembukaan Sinode Besar Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Rajawali, Kota Pematangsiantar, Jumat (3/7/2026).(Dok : Ihsan Syahreza/ Sumut Pos)
PEMBUKAAN: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menghadiri pembukaan Sinode Besar Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Rajawali, Kota Pematangsiantar, Jumat (3/7/2026).(Dok : Ihsan Syahreza/ Sumut Pos)

 

PEMATANGSIANTAR, SUMUT POS- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menghadiri pembukaan Sinode Besar Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Rajawali, Kota Pematangsiantar, Jumat (3/7/2026).

Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, diperlukan sinergi seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga organisasi keagamaan.

"Kita ingin membangun negeri kita, kita ingin membangun daerah kita, dan kita ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Oleh karena itu, kita perlu lebih solid, lebih sinergis, dan terus membangun kolaborasi. Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendirian," kata AHY.

Baca Juga: Bapenda Sumut Luncurkan GASKEN, Kemudahan Bayar Pajak Kendaraan

Ia menjelaskan, Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 285 juta jiwa memiliki tantangan pembangunan yang sangat kompleks. Di Sumatera Utara sendiri terdapat 33 kabupaten/kota dengan beragam persoalan yang membutuhkan penyelesaian secara bersama-sama.

"Pemerintah pusat maupun daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus merangkul semua elemen bangsa, termasuk dunia akademisi, dunia bisnis, dunia industri, komunitas, masyarakat sipil, media, termasuk Gereja Pentakosta Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengapresiasi perjalanan panjang GPI yang telah berdiri sejak 1936. Menurutnya, meskipun mengalami berbagai perubahan nama dan perkembangan organisasi, semangat pelayanan gereja tetap terjaga hingga kini.

Ia menilai GPI telah menunjukkan kontribusi nyata dalam pelayanan sosial, pendidikan, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

"Tidak perlu dipertentangkan antara nilai-nilai nasionalisme, Pancasila, dengan agama apa pun yang ada di Indonesia. Semua memiliki tujuan yang sama. Perbedaan adalah kekayaan bangsa kita. Jangan mencari perbedaan, tetapi carilah persamaan karena jauh lebih banyak persamaan di antara kita," ucap AHY.

AHY turut menyambut baik rencana pengembangan lembaga pendidikan teologi yang berada di bawah naungan GPI hingga menjadi sebuah universitas berbasis teologi Pentakosta.

Menurutnya, pemerintah siap mengawal berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Dalam paparannya, AHY juga menjelaskan ruang lingkup tugas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang mengoordinasikan lima kementerian, yakni Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Transmigrasi.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur bukan semata membangun jalan, jembatan, maupun fasilitas fisik lainnya, tetapi juga menjadi fondasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Infrastruktur bukan hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, dan berbagai kebijakan untuk mengurangi kemiskinan serta ketimpangan," jelasnya.

AHY berharap semangat pelayanan spiritual dan sosial yang dijalankan GPI dapat terus memperkuat persatuan bangsa, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.(san/ram)

Editor : Juli Rambe
#infrastruktur pemerintah #ahy #Menko AHY