sumutpos.jawapos.com - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kejahatan jalanan, khususnya begal yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Polisi menegaskan perlunya langkah tegas dan terukur untuk memberikan perlindungan kepada warga dari ancaman kriminalitas.
Melansir Instagram @cretivox, Kamis (23/7/2026), Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan, arahan Kapolda Jabar menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap pelaku begal, tidak hanya oleh aparat kepolisian tetapi juga masyarakat dengan tetap memperhatikan batas hukum.
“Upaya kita yang pertama adalah perintah Pak Kapolda untuk tindak tegas terukur. Ini tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh, dengan catatan juga tegas terukur, jangan sampai matilah, bahasanya ya,” ujar Hendra Rochmawan.
Baca Juga: Dari “Kecoak” Jadi Simbol Perlawanan, Gerakan Anak Muda India Guncang Pemerintahan Modi
Menurutnya, masyarakat diperbolehkan melakukan upaya perlindungan diri saat menghadapi situasi berbahaya. Namun, tindakan tersebut harus tetap terkendali dan tidak berubah menjadi aksi main hakim sendiri yang dapat menimbulkan persoalan hukum baru.
Sepanjang Juli 2026, tercatat sebanyak 19 kasus begal terjadi di wilayah Jawa Barat. Kepolisian pun memperkuat patroli di sejumlah lokasi yang dianggap rawan, terutama pada jam-jam yang sering dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.
Selain meningkatkan kehadiran polisi di lapangan, Polda Jabar juga mengapresiasi laporan masyarakat melalui media sosial yang membantu mempercepat proses pengungkapan kasus.
Baca Juga: Inalum Umumkan Pemenang IN-Journal Chapter II, Angkat Tema Konservasi dan Keberlanjutan
Kepolisian menilai keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman. Masyarakat diminta segera melapor apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau menjadi korban kejahatan jalanan.
Pernyataan Polda Jabar tersebut mendapat beragam respons dari masyarakat di media sosial. Sebagian netizen mendukung langkah tegas terhadap pelaku begal yang dinilai semakin meresahkan, namun tetap mengingatkan pentingnya penegakan hukum agar tidak terjadi tindakan berlebihan.
“Setuju harus tegas, karena begal sudah mengancam nyawa orang. Tapi tetap harus ada batas supaya tidak jadi masalah baru,” tulis seorang pengguna media sosial.
Netizen lain menilai kehadiran polisi di titik rawan sangat diperlukan agar masyarakat merasa lebih aman saat beraktivitas.
“Yang paling penting patroli diperbanyak, terutama malam hari. Jangan sampai warga takut keluar rumah karena begal,” komentar warganet.
Ada pula yang berharap hukuman terhadap pelaku kejahatan jalanan dapat memberikan efek jera.
“Begal harus diberi hukuman berat supaya tidak mengulangi lagi. Banyak korban yang kehilangan harta bahkan nyawa,” ujar pengguna lainnya.
Di sisi lain, beberapa warga mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati dan tidak terpancing melakukan tindakan di luar aturan.
Baca Juga: Nathalie Holscher Menikah, Sule Didoakan Segera Menyusul
“Melawan boleh kalau untuk menyelamatkan diri, tapi jangan sampai main hakim sendiri. Serahkan prosesnya ke aparat,” komentar netizen.
Polda Jabar berharap kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dapat mempersempit ruang gerak pelaku begal serta menciptakan rasa aman di seluruh wilayah Jawa Barat.(lin)
Editor : Redaksi