Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Wasit Gulat Asal Binjai Naik Kelas Internasional, Leonard Sitohang Bidik Asian Games dan SEA Games

Johan Panjaitan • Rabu, 15 Juli 2026 | 21:11 WIB

Leonard Sitohang saat bertindak sebagai wasit internasional pada ajang UWW. (Foto dari Leo/Sumut Pos)
Leonard Sitohang saat bertindak sebagai wasit internasional pada ajang UWW. (Foto dari Leo/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Kota Binjai kembali menorehkan kebanggaan di pentas internasional. Jika selama ini nama Binjai identik dengan atlet-atlet berprestasi, kini sorotan datang dari dunia perwasitan. Leonard Sitohang resmi naik tingkat menjadi wasit gulat Kelas 3 internasional setelah sukses mengikuti ujian lisensi yang diselenggarakan United World Wrestling (UWW) di Pattaya, Thailand.

Pencapaian tersebut bukan diraih dalam semalam. Di balik lisensi internasional itu, tersimpan perjalanan panjang, jam terbang tinggi, hingga pengorbanan biaya pribadi demi membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Pria yang akrab disapa Leo itu mengikuti ujian lisensi internasional selama lima hari melalui serangkaian tes teori dan praktik langsung pada kejuaraan resmi UWW. Di arena itulah kemampuan seorang wasit diuji, bukan hanya memahami aturan, tetapi juga mengambil keputusan dalam hitungan detik di pertandingan berlevel internasional.

"Agenda UWW ini merupakan bagian dari aturan terbaru. Semua peserta harus mengikuti ujian. Dari Indonesia hanya ada dua orang yang ikut, saya dari Binjai dan satu lagi dari Nusa Tenggara Barat," ujar Leo, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: Mengaspal di Medan, Toyota New Hilux Tampil Garang, Tangguh, dan Lebih Bertenaga

Leonard bukan sosok baru di dunia perwasitan gulat. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kejaksaan Negeri Binjai itu telah mengawali karier sebagai wasit sejak 2016.

Ia dipercaya memimpin berbagai kejuaraan daerah di Sumatera Utara pada periode 2016–2019 serta 2022–2023. Pengalamannya kemudian berlanjut di tingkat nasional, mulai dari Kejuaraan Nasional PPLP Sumatera Utara 2017, Kejurnas U-20 Jakarta 2022, Kejurnas Senior Puan Maharani Cup di Sumatera Utara, hingga Kejurnas Wali Kota Cup di Sumatera Barat pada 2023.

Kariernya terus menanjak hingga menembus level internasional. Pada 2025, Leo dipercaya menjadi wasit dalam ajang SEA Games di Sriracha, Thailand, serta Asian Championship U-20 di Pattaya.

Pengalaman itu menjadi modal penting hingga akhirnya ia berhasil meraih lisensi internasional Kelas 3.

Dengan lisensi tersebut, Leo kini memiliki kewenangan memimpin pertandingan pada ajang multi-event bergengsi seperti SEA Games dan Asian Games.

"Lisensi ini berlaku dua tahun. Di kelas 3 kami sudah bisa bertugas pada ajang seperti SEA Games dan Asian Games," katanya.

Namun, di balik pencapaian tersebut terselip ironi. Perjalanan menuju Thailand seluruhnya dibiayai dari kantong pribadi.

Leo mengaku sempat mengajukan proposal bantuan, namun tidak pernah memperoleh tanggapan.

"Saya berangkat menggunakan biaya sendiri. Pernah mengajukan proposal, tetapi tidak mendapat jawaban," ungkapnya.

Baca Juga: Tunangan dengan Busana Oversize Viral, Netizen Sebut Pasangan Ini “The Real Sakinah Mawaddah Skenah”

Meski minim dukungan, semangatnya tidak surut. Baginya, kehadiran wasit Indonesia di level internasional sama pentingnya dengan prestasi atlet.

"Kalau atlet belum bisa tampil, setidaknya Indonesia harus punya wasit kelas internasional. Target saya bisa bertugas di Asian Games dan SEA Games. Yang disayangkan, perhatian pemerintah masih sangat minim," ujarnya.

Dalam kejuaraan UWW di Pattaya yang berlangsung pada 27 Juni hingga 5 Juli 2026, Leo mendapat kepercayaan memimpin dua partai final yang mempertemukan negara-negara unggulan dunia, yakni India melawan Mongolia serta Jepang menghadapi India.

Kepercayaan itu menjadi bukti bahwa kualitas wasit Indonesia mulai mendapat pengakuan di level Asia.

"Wasit adalah mata dan telinga pertandingan. Saat memimpin final tentu ada rasa gugup, tetapi kami harus tetap objektif dan tegas," katanya.

Menurut Leo, seorang wasit internasional dituntut mampu mengambil keputusan krusial dalam hitungan detik, mulai dari penentuan poin takedown hingga menilai pelanggaran yang berpotensi membahayakan atlet.

"Keputusan yang adil dan tegas menjadi kunci menjaga sportivitas sekaligus keselamatan atlet yang bertanding dengan intensitas tinggi," tegasnya.

Ajang UWW Pattaya sendiri mempertandingkan delapan kategori putra dan putri dengan nomor gaya bebas maupun Greco-Roman, diikuti pegulat muda terbaik Asia dari Jepang, India, Iran, Uzbekistan, Kazakhstan hingga Mongolia.

Baca Juga: Curi Emas dan Bakar Rumah Hakim PN Medan, Mantan Sopir Dituntut 7 Tahun Penjara

Menurut Leo, Jepang masih menjadi kekuatan dominan di cabang olahraga tersebut.

"Mereka sejak usia dini sudah terbiasa bertanding di level internasional," ujarnya.

Keberhasilan Leonard Sitohang menembus jajaran wasit internasional menjadi angin segar bagi perkembangan gulat Indonesia. Kehadirannya membuktikan sumber daya manusia Indonesia tidak hanya mampu bersaing sebagai atlet, tetapi juga dipercaya menjaga integritas pertandingan di level dunia.

"Kesan dari panitia dan para penguji sangat baik. Mereka mendukung wasit Indonesia agar terus berkembang di tingkat internasional. Momen seperti ini sangat penting untuk kemajuan perwasitan gulat Indonesia," pungkasnya. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
naik leve; sea games asian games internasional gulat