MEDAN, SUMUT POS- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara, M.Mahfullah Pratama Daulay, memprediksi Timnas Argentina akan keluar sebagai juara ketika berhadapan dengan Timnas Spanyol pada partai final Piala Dunia.
Menurutnya, pertandingan puncak akan berlangsung sangat ketat karena kedua tim memiliki kualitas yang seimbang, sehingga pemenang kemungkinan baru ditentukan melalui babak adu penalti.
Mahfullah mengatakan, tidak mudah memprediksi hasil pertandingan final Piala Dunia. Sebab, tim yang berhasil melangkah hingga laga puncak merupakan tim-tim terbaik yang telah melewati perjalanan panjang, menghadapi lawan-lawan tangguh, serta menunjukkan konsistensi permainan sepanjang turnamen.
Baca Juga: P3TSU Tantang Pihak Penyebar Isu Buktikan Tuduhan Kenaikan Sewa Kios 20 Persen di Pusat Pasar Medan
"Kalau sudah sampai ke final, artinya kedua tim memang sudah bekerja keras dan menjadi yang terbaik. Mereka berhasil melewati semua tahapan pertandingan. Jadi kualitas keduanya sebenarnya sudah seimbang," kata Mahfullah saat memberikan prediksinya kepada Sumut Pos, Kamis (16/7/2026).
Pria yang akrab disapa Ipung tersebut mengatakan pada level final Piala Dunia hampir tidak ada lagi tim yang benar-benar lebih unggul dibanding lawannya. Perbedaan kualitas antartim sangat tipis sehingga pertandingan biasanya ditentukan oleh efektivitas memanfaatkan peluang, mental bertanding, hingga keberuntungan pada momen-momen tertentu.
Ia menilai, jika masyarakat diminta memprediksi siapa yang akan menjadi juara, sebagian besar jawaban biasanya lebih dipengaruhi faktor fanatisme dibanding analisis teknis pertandingan.
"Kalau orang ditanya mendukung siapa, biasanya lebih banyak condong ke fanatisme. Ada yang fanatik terhadap pemain tertentu, ada juga yang memang dari dulu mendukung negaranya. Jadi itu sangat memengaruhi pilihan orang," ujarnya.
Mahfullah mengaku dirinya juga memiliki fanatisme terhadap tim tertentu. Sebelum Portugal tersingkir dari turnamen, ia mengaku menjadikan tim tersebut sebagai favorit untuk menjadi juara. Namun setelah Portugal gagal melangkah ke final, pilihannya beralih kepada Argentina.
"Saya memang sebelumnya memilih Portugal karena fanatisme. Tetapi Portugal sudah kalah. Jadi kalau sekarang di final, saya melihat mungkin Argentina yang akan menjadi juara," katanya.
Meski menjagokan Argentina, Mahfullah menegaskan prediksi tersebut bukan karena menganggap Albiceleste jauh lebih kuat dibandingkan Spanyol. Sebaliknya, ia justru melihat kekuatan kedua tim sangat berimbang.
Menurutnya, baik Argentina maupun Spanyol memiliki komposisi pemain yang berkualitas di semua lini serta pola permainan yang sama-sama efektif. Hal itulah yang membuat pertandingan diperkirakan berlangsung sengit sejak menit awal hingga akhir.
"Kalau saya melihat komposisi kedua tim dan pola permainannya, kualitas mereka sama. Tidak ada yang benar-benar lebih unggul. Karena itu saya memprediksi pertandingan berlangsung ketat," tuturnya.
Mahfullah bahkan memperkirakan pertandingan tidak akan selesai dalam waktu normal. Ia meyakini kedua tim akan saling mengimbangi sehingga pertandingan harus berlanjut ke babak adu penalti.
"Prediksi saya, pertandingan nanti sampai adu penalti. Yang namanya final tentu harus ada pemenangnya. Jadi menurut saya Argentina yang menang melalui adu penalti," ucapnya.
Saat ditanya alasan menjagokan Argentina, Mahfullah menjelaskan bahwa pilihannya bukan semata-mata karena keberadaan Lionel Messi. Ia menilai, pada level final Piala Dunia, kemenangan tidak lagi bergantung pada satu pemain, melainkan hasil kerja sama seluruh tim.
Ia mencontohkan perjalanan Argentina menuju final yang tidak selalu ditentukan oleh Messi. Dalam beberapa pertandingan, kemenangan justru lahir dari kontribusi pemain lain yang mampu tampil menentukan di momen-momen penting.
"Kalau sudah final Piala Dunia, tidak ada lagi tim yang benar-benar condong lebih kuat. Skill kedua tim rata-rata sama. Kita lihat juga sebelumnya, yang menentukan kemenangan Argentina bukan hanya Messi. Jadi tidak bisa dibilang mereka hanya mengandalkan satu pemain," jelasnya.
Menurut Mahfullah, pertandingan final justru akan lebih banyak ditentukan oleh kesiapan mental para pemain, kedisiplinan menjalankan strategi pelatih, serta kemampuan memanfaatkan peluang sekecil apa pun.
Ia menilai faktor psikologis akan menjadi pembeda ketika dua tim dengan kualitas yang hampir sama saling berhadapan di laga puncak. Sedikit saja melakukan kesalahan, peluang untuk menjadi juara bisa hilang.
"Kalau sudah final seperti ini, semua pemain pasti ingin menang. Kualitasnya hampir sama. Tinggal siapa yang lebih siap secara mental, lebih disiplin menjalankan strategi, dan bisa memanfaatkan peluang," katanya.
Di sisi lain, Mahfullah kembali menegaskan bahwa prediksi yang disampaikannya lebih didasarkan pada fanatisme terhadap Argentina dibanding analisis bahwa tim tersebut memiliki kualitas jauh di atas Spanyol.
"Kalau saya sekarang lebih kepada fanatisme terhadap negaranya. Dulu saya mendukung Portugal, sekarang Argentina. Tetapi secara kualitas saya melihat kedua tim sama kuat. Karena itu prediksi saya pertandingan berlangsung sampai adu penalti dan Argentina yang akhirnya menjadi juara Piala Dunia," pungkas Mahfullah.(san/ram)
Editor : Juli Rambe