SUMUTPOS.CO - KETUA Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Sumut yang juga Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Dr H Muhammad Isa Indrawan MM meminta presiden terpilih H Prabowo Subianto menaruh perhatian serius pada keberlanjutan dan kemajuan pendidikan di tanah air.
Harapan ini dilontarkan Dr H Muhammad Isa Indrawan MM saat bincang santai dengan sejumlah media di Cafe Beranda Kampus Unpab Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (30/7).
''Aptisi Sumut meminta presiden terpilih H Prabowo Subianto dapat mujudkan amanah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 terkait minimal 20 persen anggaran pendidikan baik pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),'' kata Dr H Muhammad Isa Indrawan MM.
Ketua Aptisi Sumut menjabarkan pentingnya kecukupan anggaran pendidikan sebesar 20 persen tersebut, agar program-program pendidikan dapat mempercepat kemajuan perguruan tinggi yang terus didorong untuk unggul dan berkelas dunia sehingga dapat mencetak generasi Indonesia Emas tahun 2045.
Ia mengutarakan perguruan tinggi dituntut untuk memenuhi jumlah minimal dosen doktor dan guru besar. Namun jumlah doktor dan guru besar di Indonesia belumlah mencukupi.
Demikian pula dengan problematika uang kuliah. Kemudian Perguruan Tinggi Negeri (PTN). yang dibiayai dan seyogianya berpacu mengejar kualitas, justru masih bersaing dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam mendapatkan jumlah mahasiswa sebanyak-banyaknya.
''PTN harusnya bertarung pada tingkat internasional termasuk riset, kajian unggulan pemerintah. Janganlah bertarung dengan PTS yang disitu berlayar, disitu juga menambal,'' ujarnya.
Perguruan tinggi swasta yang swadana, lanjut Dr H Muhammad Isa Indrawan MM, akhirnya kesulitan mendapatkan jumlah mahasiswa yang optimal guna mendukung pembiayaan perguruan tinggi. Kekurangan jumlah mahasiswa pada sejumlah perguruan tinggi swasta akan berdampak melemahnya kemampuan meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
Hal lain yang perlu diperhatikan kenapa tiap kenaikan jabatan dosen harus menunggu hingga dua tahun. ''Kalau dosen bisa memenuhi persyaratan, harusnya boleh aja dalam setahun. Biar cepat upgrading.
Atas berbagai problem dan kendala ini, lanjut rektor Unpab, Aptisi sudah menyurati dan mempresentasikan termasuk pada Tim-10 H Prabowo Subianto. Termasuk dalam pertemuan Tim H Prabowo Subianto menyerap aspirasi dari Aptisi se-Indonesia.
Disampaikan juga bahwa anggaran pendidikan selama ini belum mencapai 20 persen. ''Dari Rp.680 triliun, cuma Rp.90 triliun yang masuk ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,'' sebut ketua Aptisi Sumut.
Ia menambahkan apabila Rp.680 triliun 'tumpah' ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi maka seluruh masyarakat Indonesia dalam usia sekolah mulai tingkat dasar, menengah bahkan pendidikan tinggi akan mendapatkan pendidikan gratis sehingga meningkatkan angka partisipasi dalam pendidikan.
Anggaran pendidikan yang mencukupi juga bisa memprogramkan beasiswa pendidikan bagi dosen yang kuliah doktor dan menjadi guru besar. Untuk itu, lanjut ketua Aptisi Sumut, mendorong terpenuhi anggaran minimal 20 persen tersebut. ''Mudah-mudahan menteri pendidikan kedepan, orang yang paham tentang dunia pendidikan,'' harapnya. (dmp)
Editor : Redaksi