Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

UMA, ITSI dan Politeknik MBP Edukasi Siswa MIS Al Khairat Delitua Tentang Sawit dan Produknya

Redaksi Sumutpos.co • Selasa, 18 Februari 2025 | 11:20 WIB
TIGA KAMPUS: Kolaborasi PKM UMA, ITSI dan Politeknik MBP Edukasi Sawit dan Produknya di MIS Al Khairat Delitua. (ISTIMEWA)
TIGA KAMPUS: Kolaborasi PKM UMA, ITSI dan Politeknik MBP Edukasi Sawit dan Produknya di MIS Al Khairat Delitua. (ISTIMEWA)

SUMUTPOS.CO - Universitas Medan Area (UMA), Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) dan Politeknik MBP melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) secara kolaborasi di MIS Al Khairat Delitua. PKM tiga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pada 1 Februari 2025 mengusung tema: Edukasi Sawit dan Produknya kepada pelajar Sekolah Dasar.

PKM adalah salah satu tugas pokok dosen selain pengajaran dan penelitian di perguruan tinggi yang wajib melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (aturan tambahan mengenai standar Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat).

Tim PKM kolaborasi dari UMA yakni Healthy Aldriany Prasetyo STP MT, Apip Gunaldi SP MSc dan Mega Puspita Sari SSi MSi. Dari ISTP yakni Ir Rafael Remit Winardi MP, Siti Aisyah ST MSi dan Henry Budi Hasibuan SP MAgr. Dari Politeknik MBP yakni Dra Sinta Diana MHum dan Riodinar Harianja SE MSi serta dibantu lima mahasiswa/i ITSI dan UMA.

Ir Rafael Remit Winardi MP sebagai koordinator kegiatan kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (18/2) mengatakan bahwa PKM merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh dosen. Namun kali ini, tema yang digelar untuk memberikan edukasi dan pengetahuan kepada anak-anak usia sekolah dasar tentang sawit Indonesia yang berkelanjutan.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberi pemahaman tentang kondisi dan tantangan yang dihadapi industri minyak kelapa sawit. Kelapa sawit sering kali mendapatkan narasi negatif yang disampaikan melalui media. Misalnya, sawit dianggap sebagai salah satu pemicu kerusakan lingkungan di Indonesia.

Metode edukasi dilakukan dengan menyampaikan pemaparan materi, yaitu mengenalkan manfaat sawit di kehidupan sehari hari serta membedakan bagian-bagian sawit seperti akar, batang, daun, buah dan berondolan.

Kemudian menonton visual pengolahan buah sawit menjadi minyak sawit dan minyak goreng, mengenalkan produk-produk bahan minyak goreng, kosmetik, sabun, pasta gigi, lilin, pelumas dan tinta.

Diakhir kegiatan, tim PKM menyerahkan bingkisan kepada siswa dan guru berupa produk-produk yang berasal dari sawit. Seperti minyak goreng, sabun mandi, mentega dan roti.

Eka Oksani Harahap SPd MPd (kepala MIS Al Khairat) bersyukur dan berterima kasih kepada tim PKM kolaborasi yang telah berbagi ilmu dan pemahaman tentang sawit dan produk-produknya kepada peserta didik di MIS Al Khairat. Kepala madrasah berharap kegiatan PKM dengan tema yang lain dapat dilakukan kembali di sekolah tersebut. (dmp/han)

Editor : Redaksi
#MIS Al Khairat Delitua