DELI SERDANG, Sumutpos.jawapos.com-STMIK Triguna Dharma terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital pelaku usaha mikro. Melalui program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendikbudristek, kampus ini mendorong UMKM di Desa Kuta Tualah, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, untuk beradaptasi dengan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
Program bertema “Transformasi Usaha Roti Kelompok UMKM Desa Kuta Tualah ke Era Digital Berbasis AI” ini dipimpin oleh Zaimah Panjaitan, S.Kom., M.Kom., bersama tim dosen Dr. Rudi Gunawan, S.E., M.Si., dan Siti Julianita Siregar, S.Kom., M.Kom., serta dibantu dua mahasiswa, Devi Nasution dan Gema Suaria.
Menurut Zaimah, kegiatan ini bertujuan membantu UMKM desa agar mampu memanfaatkan website, media sosial, dan e-commerce sebagai sarana promosi dan perluasan pasar. “Kami ingin para pelaku usaha di desa tidak hanya bertahan secara lokal, tetapi juga bisa bersaing di pasar digital yang lebih luas,” ujarnya.
Dampak Nyata bagi UMKM Lokal
Salah satu mitra program, Raisa Bakery, mendapatkan bimbingan langsung dari tim STMIK Triguna Dharma pada 23 September 2025. Tim melakukan kunjungan lapangan untuk melihat proses produksi sekaligus memberikan pelatihan teknis mengenai digital marketing, branding, dan pengelolaan penjualan online.
Pemilik Raisa Bakery, Rahmad Dani, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Dulu kami hanya menjual roti di kedai sekitar desa. Sekarang, berkat pelatihan ini, kami bisa menjual secara online dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya dengan semangat.
Puncak Kegiatan di Balai Desa
Puncak kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Kuta Tualah pada 24 September 2025, dihadiri masyarakat, perangkat desa, dan pelaku UMKM setempat. Dalam sambutannya, Kepala Desa Kuta Tualah, Masa Sembiring, menyampaikan apresiasi tinggi kepada STMIK Triguna Dharma dan Kemendikbudristek.
“Program ini sangat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat kami. UMKM seperti Raisa Bakery kini bisa berkembang dan lebih mandiri,” ujarnya.
Selain pelatihan, dukungan hibah juga diberikan dalam bentuk peralatan produksi seperti oven baru, pembuatan website, pengelolaan media sosial, dan branding produk. Langkah ini memperkuat daya saing UMKM di tengah perubahan teknologi yang cepat.
Dorong Ekonomi Desa Berbasis Teknologi
Program Pengabdian Hibah Pemula 2025 ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pelaku UMKM dalam menciptakan ekosistem ekonomi desa berbasis teknologi. Melalui inovasi dan pendampingan berkelanjutan, STMIK Triguna Dharma berharap Desa Kuta Tualah dapat menjadi model pemberdayaan digital bagi desa-desa lain di Sumatera Utara.(mag-2/han)
Editor : Johan Panjaitan