Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tutup Tahun dengan Segudang Prestasi, UIN Sumatera Utara Tetap Kejar Rekognisi Internasional 2026

Johan Panjaitan • Minggu, 11 Januari 2026 | 17:20 WIB
Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag (Istimewa/Sumut Pos)
Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag (Istimewa/Sumut Pos)

Oleh: Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag (Rektor UIN Sumatera Utara)

Tidaklah berlebihan jika tahun 2025 disebut sebagai tahun penuh prestasi bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Ungkapan ini bukan isapan jempol belaka, melainkan didukung oleh berbagai capaian dan bukti nyata. Tentu saja, capaian ini tidak datang dengan mudah. Ada proses panjang dan usaha yang sungguh-sungguh dibaliknya dan yang paling penting dari semuanya adalah konsistensi.

Sejak amanah sebagai rektor ini kami pegang, bersama pimpinan lainnya, kita bertekad untuk bekerja keras dan mengerahkan kemampuan yang ada untuk kemajuan UIN Sumatera Utara. Dukungan dari sivitas akademika, guru besar, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiwa sangat kuat dirasakan sampai saat ini.

Dukungan serupa juga datang dari pengguna (user), stakeholder dan mitra kerja UIN Sumatera Utara. Semua dukungan tersebut menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan pimpinan universitas bahwa cita-cita bersama dapat diwujudkan. Tidak kalah penting, support dan perhatian dari Kementerian Agama RI menjadi kunci sekaligus faktor penentu dalam mendorong kemajuan UIN Sumatera Utara.

Sebelum tahun 2023, dalam konteks akreditasi program studi, kita bisa menghantarkan program studi unggul (kala itu peringkat A) sebanyak tujuh program studi dari 61 program studi S1, S2 dan S3. Realitas ini semakin meyakinkan kami, bahwa peningkatan status akreditasi menjadi program utama karena ini terkait langsung dengan kepentingan mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.

Bahkan alat ukur keberhasilan sebuah perguruan tinggi baik dalam hal tata kelola maupun pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, tercermin dari peringkat akreditasi yang diraih dari lembaga akreditasi nasional maupun internasional.

Beberapa prestasi yang perlu kami catatkan disini dalam bidang akademik. Pertama, pada tahun 2024, UIN Sumatera Utara berhasil meraih peringkat unggul untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Sebelumnya peringkat UIN Sumatera Utara adalah B.

Kedua, sampai Desember 2025, jumlah program studi unggul di UIN Sumatera Utara sebanyak 28 program studi. Belum termasuk tiga program studi yang asesment lapangannya pada tahun 2025, namun sampai saat ini hasilnya belum diterbitkan BAN-PT.

Dengan penuh harapan kepada Khalik, jika Allah izinkan dua saja dari tiga program studi tersebut mendapatkan unggul, maka capaian akreditasi UIN Sumatera Utara sudah sampai 50 persen unggul dan itu dicapai dalam rentang waktu lebih kurang tiga tahun. Sebuah prestasi yang tidak mudah.

Ketiga, implikasi dari capaian diatas, ditambah perhatian penuh UIN Sumatera Utara untuk mengembangkan program-program universitas yang berbasis pada pemenuhan SDGs. UIN Sumatera Utara mencatatkan diri sebagai salah satu dari dua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berhasil menembus Times Higher Education (THE).

Pada tahun 2025, ada 71 universitas di Indonesia yang mendapatkan posisi pada THE Impact Rankings dan ada PTKIN yang masuk yaitu UIN Raden Intan Lampung dan UIN Sumatera Utara. Menariknya capaian ini menjadi titik balik bagi PTKIN seluruh Indonesia untuk fokus pada pencapaian perangkingan dunia berbasis SDGs.

Keempat, memasuki awal tahun 2026, UIN Sumatera Utara meraih capaian yang membanggakan melalui posisi yang berhasil diraih dalam Science and Technology Index (Sinta). Sinta Score adalah satu sistem perangkingan yang melihat produktifitas riset dan jumlah publikasi di Sinta. UIN Sumatera Utara berhasil menempatkan dirinya pada urutan ketiga nasional, setelah UIN Sunan Kalijaga dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sebagaimana dikatakan Direktur Pendidikan Tinggi Islam Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA, posisi di Sinta menunjukkan kuatnya budaya penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan PTKIN.

Kelima, sangat membanggakan, ternyata program studi di lingkungan UIN Sumatera Utara dapat berkiprah di pentas nasional. Bahkan dalam tingkat tertentu, UIN Sumatera Utara menjadi penjaga martabat di lingkungan PTN di Indonesia.

Sebut saja, program studi Bahasa Arab berada pada urutan pertama Sinta Score di lingkup PTKIN dan berada pada posisi ketiga nasional setelah Universitas Negeri Malang dan Universitas Pendidikan Indonesia yang keduanya adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Selanjutnya, Program Studi Manajemen FEBI UIN Sumatera Utara berada pada peringkat ketiga nasional setelah Universitas Pamulang dan Universitas Telkom pada urutan 1 dan 2. Ini menunjukkan UIN Sumatera Utara memiliki kemampuan lebih untuk mengelola program studi umum dan bersaing dengan PTN dan PTS lainnya.

Demikian juga program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) berada pada urutan pertama melampaui UIN Raden Fatah Palembang dan UIN RIL (Lampung). Bahkan manajemen pendidikan Islam jenjang S3 berada pada urutan pertama dan dibawahnya ada Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon dan UIN RIL (Lampung).

Kelima, pada tahun 2023 awal, jumlah guru besar PIAUD sebanyak 26 orang. Sebenarnya dalam konteks PTKIN, posisi PIAUD sudah baik dan berada pada lima besar nasional. Namun kala itu, pertumbuhan guru besar belum sesuai harapan.

Barulah kemudian, pada saat itu, kami sebagai kepala Perpustakaan PIAUD berhasil meraih guru besar, sejak saat itu ada dorongan yang cukup besar dikalangan dosen untuk mempersiapkan dirinya meraih guru besar.

Menariknya, angin motivasi ini berhembus sangat kencang dikalangan dosen muda dan dosen senior. Lebih kurang tiga tahun, guru besar UIN Sumatera Utara saat ini berjumlah 70 guru besar dari berbagai bidang ilmu. Jauh lebih penting dari itu semua, hasrat dan semangat berprestasi juga publikasi menjadi semangat kolektif bagi dosen-dosen UIN Sumatera Utara saat ini.

Keenam, dari sisi publikasi artikel di jurnal bereputasi UIN Sumatera Utara masih berada pada 10 besar PTKIN di Indonesia. Sampai saat ini jumlah publikasi paper scopus UIN Sumatera Utara baru 491 papers. Jumlah ini terus bergerak naik.

Ada keinginan besar UIN Sumatera Utara untuk terus mendongkrak capaian scopus. Tidak saja melewati angka 500 dengan jumlah dosen lebih kurang 600 orang bahkan sampai pada angka 1.000.

Bagaimanapun tidak bisa dipungikiri, jumlah paper scopus juga terkait dengan jumlah dosen yang ada. UIN Sumatera Utara optimis, trend publikasi ilmiah di jurnal bereputasi terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Ketujuh, beberapa dosen dan mahasiswa UIN Sumatera Utara telah mendapatan rekognisi internasional dalam berbagai bidang. Sebut saja misalnya, Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris Maryati Salmiah, M.Hum terpilih untuk mengikuti program Pertukaran Internasional 21st Century Skill di Amerika Serikat. Dosen FKM Shafran Ar-Razy dan Dosen FITK Ahmad Amin Delimunthe mengikuti pelatihan international di India melalui program beasiswa pemerintah India. Dosen FEBI Irwan Fadli mendapatkan berbagai pengakuan dunia internasional seperti dipercaya sebagai juri internasional pada QS Reimagine Education Awards 2025, juri internasional di Malaysia dan pengakuan lainnya.

Demikian juga dengan prestasi mahasiswa UIN Sumatera Utara. Misalnya mahasiswa UIN Sumatera Utara terpilih menjadi Google Student Ambassador 2025. Mahasiswa FKM raih medali perak dalam ajang international Youth Excursion Network 2025 dan prestasi lainnya.

Capain di atas menunjukkan komitmen UIN Sumatera Utara untuk terus meningkatkan prestasi terutama dalam bidang akademik sebagai core bisnis utama PTKIN. Fokus UIN Sumatera Utara tetap pada peningkatan tridharma perguruan tinggi. Terutama pada penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan dapat memberi dampak pada kehidupan keagamaan masyarakat yang lebih baik dan maslahat.

Kendati demikian, capaian prestasi tersebut bukan berarti UIN Sumatera Utara abai terhadap mutu lulusan. Justru tugas utama UIN Sumatera Utara adalah melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi penuh dalam bidang ilmu dan skill yang digelutinya, berintegritas dan berakhlak mulia.

Dalam satu tarikan nafas yang sama, PTKIN dan tentu saja UIN Sumatera Utara sebagai garda terdepan kementerian agama, harus menjadi lembaga yang paling fasih dalam menterjemahkan kebijakan-kebijakan kementerian agama. Sebut saja misalnya implementasi kurikulum cinta, ekoteologi, kerukunan dan toleransi.

Hal ini tetaplah menjadi program yang terus dibumikan sehingga berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Tentu saja kementerian agama berdampak hanya dapat diukur sejauh mana lembaga atau instansi kementerian agama, keberadaan dan kehadirannya dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas.

Namun sebagai perguruan tinggi Islam, UIN Sumatera Utara juga harus terus berbenah. Perangkingan dunia dan juga tujuannya rekognisi internasional tetap menjadi tolok ukur bagi keberhasilan lembaga pendidikan tinggi.

Oleh sebab itu, setelah menutup tahun 2025 dengan berbagai macam prestasi, UIN Sumatera Utara tetap bertekad untuk berprestasi di tahun 2026. Fokus utamanya adalah peningkatan pengakuan atau rekognisi internasional yang pada gilirannya UIN Sumatera Utara menjadi destinasi studi Islam di dunia. Setidaknya di kawasan Asia. (rel/dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#UIN Sumatera Utara #riset #akademik #rekognisi