Sumutpos.jawapos.com-Sebanyak 273 mahasiswa STIKes Mitra Husada Medan resmi menuntaskan kegiatan Praktik Belajar Lapangan/Kuliah Kerja Nyata (PBL/KKN) di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (21/2). Momentum pelepasan dan perpisahan berlangsung hangat, menjadi penanda berakhirnya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri langsung Ketua STIKes Mitra Husada Medan, Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes, bersama jajaran dosen pembimbing lapangan. Hadir pula unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, puskesmas, serta aparat keamanan setempat.
Program PBL/KKN kali ini bukan sekadar agenda rutin akademik. Kerja sama antara STIKes Mitra Husada Medan dan Desa Bangun Rejo telah terjalin selama satu dekade, mencakup pengabdian masyarakat hingga penelitian.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai program studi, mulai dari Pendidikan Profesi Bidan, Profesi Ners, Sarjana Kebidanan, Diploma Tiga Kebidanan, hingga Diploma Tiga Keperawatan. Selama di desa, mereka mengimplementasikan program di bidang edukasi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, perbaikan lingkungan, hingga penguatan potensi lokal.
Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan cendera mata kepada Pemerintah Desa Bangun Rejo serta penayangan video dokumenter yang merangkum seluruh rangkaian aktivitas mahasiswa selama pengabdian.
Dalam sambutannya, Dr. Siti Nurmawan Sinaga menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa merupakan bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ia mengingatkan generasi muda untuk tidak menjadi “penonton di negeri sendiri”, terutama di era digital yang penuh disrupsi.
“Kita ingin generasi muda kreatif, adaptif, dan mampu bersaing. Jangan sampai terlindas oleh zaman,” tegasnya.
Sebagai Bendahara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut, ia juga menekankan pentingnya komunikasi keluarga dan nilai kebersamaan sebagai fondasi membangun sumber daya manusia yang unggul.
STIKes Mitra Husada Medan sendiri telah mengantongi akreditasi unggul serta menyediakan berbagai program beasiswa, termasuk KIP-Kuliah dari pemerintah, guna membuka akses pendidikan seluas-luasnya.
Kepala Desa Bangun Rejo, Misno, mengapresiasi dedikasi mahasiswa yang dinilai membawa energi baru bagi masyarakat. Kehadiran mereka dinilai mampu meningkatkan partisipasi warga dalam program kesehatan dan pembangunan desa.
Apresiasi serupa juga datang dari perwakilan kecamatan, kepolisian, serta pihak puskesmas Tanjungmorawa.
Kesan mendalam turut disampaikan Kepala Dusun V, Suwito, yang menilai mahasiswa bukan hanya menjalankan tugas akademik, tetapi benar-benar membaur dengan masyarakat.
Tiga mahasiswa peserta, Sinta Olivia Hia, Intan Aulia Zahra, dan Frengki Anugerah Gulo, juga membagikan pengalaman mereka selama di lapangan—mulai dari tantangan adaptasi hingga kebahagiaan saat melihat program yang dirancang mendapat respons positif warga.
PBL/KKN di Bangun Rejo menjadi cerminan bahwa perguruan tinggi tidak hanya mencetak tenaga kesehatan profesional, tetapi juga agen perubahan sosial.
Di tengah tantangan kesehatan masyarakat dan dinamika pembangunan desa, kehadiran mahasiswa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan riil warga.
Pengabdian boleh berakhir, namun jejak kolaborasi dan dampaknya di Desa Bangun Rejo diyakini akan terus berlanjut.(dmp/han)
Editor : Johan Panjaitan