MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 9 Medan Fadhli Hazmi Arifin, S.T mengapresiasi kepedulian sosial Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd dan warga yang peduli pada pendidikan pada program tebus ijazah bagi 100 alumni. Program tebus ijazah yang bersumber dari dana pribadi ini ditujukan bagi lulusan SMK Muhammadiyah 9 Medan tahun 2022, 2023, 2024 dan 2025.
Keluarga para alumni SMK Muhammadiyah 9 Medan ini memiliki keterbatasan ekonomi sehingga tak bisa menunaikan semua kewajiban sekolah. Bantuan yang disalurkan dalam program ini senilai lebih Rp.77 juta.
Penyaluran bantuan tebus ijazah ini digelar di aula SMK Muhammadiyah 9 Medan di Jalan Flamboyan Raya Gang KH Ahmad Dahlan Medan, Selasa (12/5). Kegiatan dihadiri Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd bersama para guru dan keluarga alumni SMK Muhammadiyah 9 Medan.
Fadhli Hazmi Arifin, S.T mengungkapkan terdapat 300 alumni yang terkendala dengan penyelesaian semua kewajibannya di sekolah. "Terima kasih atas kepedulian Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd terhadap 100 alumni SMK Muhammadiyah 9 Medan. Acara ini sangat luar biasa," kata Fadhli Hazmi Arifin, S.T yang juga alumni SMK Muhammadiyah 9 Medan tersebut.
Baca Juga: Pemko Binjai Pinjamkan Motor Dinas untuk Keluarga Korban Begal
Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd yang juga bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Medan mengatakan bahwa program ini digagas sejak November 2025 dan disalurkan secara bertahap untuk 600 alumni dari empat sekolah Muhammadiyah di Medan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini juga menegaskan sumber dana program tebus ijazah bukan berasal dari lembaga atau organisasi. "Pemberian bantuan tebus ijazah ini perdana di SMK Muhammadiyah 9 Medan. Saya pernah menjadi guru di sekolah ini. Saya sangat senang reuni dengan keluarga besar SMK Muhammadiyah 9 Medan," sebutnya.
Selanjutnya program serupa juga ditujukan pada alumni SMA Muhammadiyah 1 Medan, SMP Muhammadiyah 8 Medan dan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Medan. "Niat kami untuk meringankan beban masyarakat. Kami tergerak untuk melakukan gerakan sosial," ujarnya.
Program ini, lanjut Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, juga menjalankan pesan-pesan dari KH Ahmad Dahlan bahwa Muhamadiyah ini harus hadir dalam situasi apapun ditengah-tengah masyarakat.
"Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam 'amar makruf nahi mungkar' harus mengambil peran dari sisi gerakan sosial. Tantangan kita semakin sulit. Kami doakan para alumni dapat melanjutkan jenjang pendidikan dan masa depan yang lebih baik. Alumni SMK adalah alumni yang siap kerja," harapnya.
Sekretaris PDM Medan Ibrahim Nainggolan dan Ketua Dikdasmen PDM Medan Drs. Ali Nurdin, M.A mengapresiasi terlaksananya program tebus ijazah bagi alumni dari empat sekolah Muhammadiyah di Medan. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan