Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Debat Kedua Pilkada Medan Tidak Kondusif, Mutia: Akan Kita Evaluasi Saat Rakor dengan LO Paslon

Redaksi Sumutpos.co • Senin, 18 November 2024 | 16:19 WIB
MEMBUKA: Ketua KPU Kota Medan, Mutia Atiqah saat membuka Debat Publik Kedua Pilkada Medan yang digelar Sabtu (6/11/2024) lalu.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)
MEMBUKA: Ketua KPU Kota Medan, Mutia Atiqah saat membuka Debat Publik Kedua Pilkada Medan yang digelar Sabtu (6/11/2024) lalu.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)


MEDAN, SUMUTPOS.CO - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Mutia Atiqah mengakui jika Debat Publik Kedua Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang digelar di Grand Mercure pada Sabtu (16/11/24) malam, tidak berjalan Kondisif.

Dikatakan Mutia, beberapa permasalahan teknis seperti mikrofon yang tidak menyala serta pendukung pasangan calon (paslon) yang tidak tertib menjadi penyebab kegiatan debat tidak berjalan dengan lancar.

“Saya kira awalnya bermula dari mikrofon yang tidak menyala saat salah satu paslon menyampaikan visi misi. Saat itu pendukung paslon tidak terima, sehingga sempat terjadi perdebatan. Beruntung ada petugas keamanan, jadi suasana bisa dinetralisir," ucap Mutia saat dikonfirmasi, Senin (18/11/2024).

Dikatakan Mutia, selepas kejadian itu, para pendukung paslon tampak mulai tidak tertib dan sering berteriak saat paslon menyampaikan visi misi ataupun saat sesi tanya jawab.

“Memang kita akui kalau debat kedua itu tidak kondusif seperti debat yang pertama. Tentunya ini akan menjadi bahan evaluasi kita untuk debat ketiga nanti pada 23 November 2024,” ujarnya.

Memastikan debat ketiga nanti berjalan lancar, Mutia mengaku akan menggelar rapat kordinasi (Rakor) dengan LO ketiga paslon serta pihak ketiga penyelenggara kegiatan.

“Rencananya Rakor hari Rabu nanti. Disana akan kita tegaskan kepada semua LO untuk mengingatkan para pendukungnya agar tertib saat debat berlangsung. Begitu juga dengan pihak ketiga, akan kita seleksi lagi agar permasalahan teknis bisa diatasi,” katanya.

Disinggung apakah akan ada pengurangan jumlah pendukung masuk ke ruangan debat, Mutia memastikan tidak akan ada pengurangan. Nantinya, masing-masing paslon tetap akan diizinkan untuk membawa 50 orang pendukungnya.

“Tetap sama, hanya 50 orang pendukung saja yang diizinkan masuk ke ruangan debat. Format debatnya juga sama. Hari ini rencananya kita akan rapat untuk menentukan tema sekaligus panelisnya untuk debat ketiga nanti,” pungkasnya.
(map)

Editor : Redaksi
#debat publik #Pilkada Medan