Golkar Sumut Kenalkan 186 Pengurus dan Bentuk Panitia Pelantikan

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:33 WIB
PLENO: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat pleno perdana setelah terbentuknya kepengurusan baru DPD Partai Golkar Sumut periode 2026-2030. (Dok : Ihsan Syahreza/Sumut Pos)
PLENO: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat pleno perdana setelah terbentuknya kepengurusan baru DPD Partai Golkar Sumut periode 2026-2030. (Dok : Ihsan Syahreza/Sumut Pos)

 

MEDAN, SUMUT POS- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat pleno perdana setelah terbentuknya kepengurusan baru DPD Partai Golkar Sumut periode 2026-2030.

Rapat pleno tersebut berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Selasa (15/9/2026).

Rapat dipimpin langsung Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Andar Amin Harahap, didampingi Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Victor Silaen dan Bendahara Mula Rotua Siregar.

Baca Juga: Hukuman David Chandra Dipangkas Jadi 9 Tahun usai Banding Diterima

Dalam rapat tersebut, salah satu agenda utama yang dibahas yakni pembacaan sekaligus pengenalan jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumut periode 2026-2030, membentuk Panitia Pelantikan, membentuk Badan, Bimtek, dan pelaksanaan Rapat Kerja.

Sebanyak 186 nama pengurus diperkenalkan dalam rapat pleno tersebut. Selain itu, rapat juga membahas pembentukan panitia pelantikan kepengurusan DPD Partai Golkar Sumut periode 2026-2030.

Andar Amin mengatakan, rapat pleno perdana tersebut menjadi bagian penting dalam mengawali kerja kepengurusan baru Partai Golkar Sumut.

Menurutnya, setelah kepengurusan definitif terbentuk, konsolidasi organisasi akan segera dilakukan secara bertahap, termasuk mempersiapkan sejumlah agenda partai ke depan.

"Rapat pleno ini adalah langkah awal kita setelah kepengurusan terbentuk. Kita akan melakukan konsolidasi dan mempersiapkan agenda-agenda organisasi ke depan," ujar Andar.

Selain membahas kepengurusan dan persiapan pelantikan, rapat pleno juga membicarakan rencana pelaksanaan rapat kerja daerah (Rakerda), pembentukan sejumlah badan dan lembaga partai serta evaluasi terhadap program maupun pelaksanaan tugas di tingkat daerah.

Andar menyebut, konsolidasi menjadi salah satu fokus utama kepengurusan baru. Hal itu dinilai penting mengingat Partai Golkar Sumut telah melalui proses yang cukup panjang sebelum terbentuknya kepengurusan definitif.

"Kita berharap setelah ini konsolidasi bisa segera berjalan. Memang sudah cukup lama sejak musyawarah terakhir, sehingga sekarang kita harus bergerak dan melakukan konsolidasi," katanya.

Terkait dinamika internal yang muncul dalam proses penyusunan kepengurusan, Andar memastikan tidak ada persoalan eksternal maupun tarik-menarik kepentingan yang mengganggu jalannya organisasi.

Ia menegaskan bahwa komposisi pengurus yang telah disusun merupakan hasil pertimbangan organisasi dengan melihat kemampuan serta kebutuhan Partai Golkar Sumut.

"Tidak ada dinamika luar biasa. Ini proses yang wajar dan memang membutuhkan waktu. Provinsi lain juga mengalami proses yang kurang lebih sama," ucapnya.

Setelah kepengurusan tingkat provinsi terbentuk, Partai Golkar Sumut juga akan melakukan penyesuaian terhadap kepemimpinan di sejumlah daerah.

Andar menjelaskan, terdapat empat daerah yang nantinya akan dilakukan pergantian Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar kabupaten/kota.

Pergantian tersebut diperlukan karena sejumlah ketua DPD Partai Golkar di daerah kini telah mendapat amanah sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut sehingga tidak memungkinkan merangkap jabatan.

"Ada empat daerah yang nanti akan kita tunjuk Plt. Karena saya sendiri sudah menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut, tentu tidak mungkin merangkap sebagai ketua DPD di daerah," jelasnya.

Ia menambahkan, pembentukan badan dan lembaga partai juga menjadi bagian dari agenda yang akan dikerjakan setelah rapat pleno perdana tersebut.

Selain itu, evaluasi terhadap sejumlah Plt dan program yang telah berjalan juga akan dilakukan untuk memastikan roda organisasi Partai Golkar di Sumut berjalan secara efektif.

"Kita akan evaluasi secara objektif. Pengurus yang aktif dan punya kemampuan tentu akan kita dorong. Yang tidak aktif atau tidak kompeten juga akan menjadi bahan evaluasi," katanya.

Andar menegaskan, evaluasi tersebut bukan dimaksudkan untuk menyingkirkan kader tertentu, melainkan memastikan seluruh potensi yang dimiliki Partai Golkar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

"Kita akan rangkul semua potensi yang ada. Semuanya akan kita manfaatkan untuk kepentingan organisasi dan kemajuan Partai Golkar Sumatera Utara," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, turut dibahas mengenai pengelolaan anggaran sekitar Rp250 miliar. Andar memastikan penggunaan anggaran tersebut akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku di internal partai.

Ia mengatakan, dana tersebut akan dialokasikan melalui badan maupun lembaga yang secara sah berada dalam struktur Partai Golkar.

"Anggaran Rp250 miliar itu akan kita alokasikan secara sah. Kalau tidak masuk dalam kumpulan reguler, kita tempatkan di badan dan lembaga yang secara aturan memang sah ada di Partai Golkar. Jadi tidak ada yang terbuang," ungkapnya.

Ke depan, Andar berharap kepengurusan baru DPD Partai Golkar Sumut dapat segera bekerja dan memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat kabupaten/kota. (san/ram)

Editor : Juli Rambe
pelantikan pengurus golkar sumut anggaran Golkar Sumut golkar sumut