Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Hindari Perceraian, Pahami Tanda ketika Pasangan Mulai Beri Sinyal untuk Pisah

Redaksi • Senin, 27 April 2026 | 20:19 WIB
ilustrasi, cerai selalu berdasarkan pada alasan-alasan tertentu yang bersumber dari tanda atau sinyal yang ada. (freepik.com)
ilustrasi, cerai selalu berdasarkan pada alasan-alasan tertentu yang bersumber dari tanda atau sinyal yang ada. (freepik.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Tak ada jalan yang mudah menuju perceraian dan memutuskan itu bukanlah hal yang gampang.

Pun, proses menuju perceraian juga bisa berbeda bagi masing-masing pasangan, tidak bisa disamaratakan.

Melansir Very Well Mind, Senin (27/4/2026), sebuah penelitian yang diterbitkan tahun 2020 menemukan alasan perceraian lebih dari 2 ribu orang sampel. 

Alasan-alasan itu di antaranya kurangnya keintiman, masalah komunikasi, kurangnya simpati/rasa hormat/kepercayaan, hingga tumbuh terpisah.

Nah, sebelum membuat keputusan, pastikan Anda dan pasangan telah melakukan segala upaya untuk memperbaiki hubungan. 

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Bank Sumut–Pemko Medan Luncurkan QRESTO Pajak Horeka Kini Masuk Kas Daerah Seketika

Namun, setidaknya ada beberapa tanda pernikahan tak lagi bisa diselamatkan yang bisa jadi pertimbangkan ulang.

Berikut di antaranya, tapi tak semua tanda menunjukkan bahwa hubungan tak lagi bisa pulih:

1. Keintiman semakin absen
Setiap pasangan boleh jadi memiliki kadar keintiman yang berbeda. Namun, yang perlu diketahui adalah, pernikahan tanpa hubungan seks bisa jadi tanda ada masalah mendasar yang perlu diselesaikan agar hubungan dapat bertahan.

2. Terus menerus saling lempar kritik
Apakah pasangan sering merendahkan Anda? Hal ini bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mental.

Baca Juga: Truk Angkut Motor Baru Terbakar di Langkat, Polisi Periksa Saksi-saksi 

Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Health Psychology menemukan, saling melempar kritik antar-pasangan selama lima tahun dikaitkan dengan risiko kematian pada lansia.

Kritik juga menjadi salah satu hal yang bisa memprediksi akhir sebuah pernikahan.

3. Pergeseran prioritas
Jika tujuan dan pandangan hidup antara Anda dan pasangan tak lagi selaras, maka itu bisa menjadi lampu kuning untuk pernikahan.

Baca Juga: Peringati Hari Otda ke-30, Bupati Paluta Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah Demi Wujudkan Asta Cita

Hanya saja, hal ini seharusnya masih bisa didiskusikan dengan konselor untuk melihat apakah kompromi antara kedua belah pihak masih memungkinkan untuk dilakukan atau tidak.

4. Tidak mau berkompromi
Berkompromi sangat penting untuk hubungan yang sehat. Jika hubungan Anda berat sebelah dan pasangan kesulitan mencari jalan tengah, maka Anda berada dalam hubungan yang toksik.

5. Kurang empati
Pasangan yang tidak mau meminta maaf, bertanggung jawab atas kesalahannya, atau tidak mau mencoba memahami perasaan Anda bisa sangat mengganggu.

Baca Juga: Dari Cemas ke Nyeri, Jejak Emosi di Tubuh

Anda mungkin merasa selalu memberikan lebih banyak hal dalam hubungan. Namun di sisi lain, kebutuhan Anda tak bisa dipenuhi pasangan.

6. Perselingkuhan
Tak ada satu pun orang yang mau diselingkuhi. Perselingkuhan juga jadi salah satu penyebab utama perceraian.

Meski demikian, ada juga beberapa pasangan yang memilih bertahan usai insiden perselingkuhan. Ketahanan pernikahan masing-masing pasangan mungkin bergantung pada kondisi dan faktor-faktor lain.

Dalam hal ini, terapi pasangan menjadi hal penting dilakukan untuk mengatasi efek perselingkuhan.

7. Kekerasan
Hubungan yang penuh kekerasan harus diakhiri. Perlu diingat, kekerasan tak melulu berbentuk fisik, tapi juga bisa berbentuk psikis dan verbal. (lin)

Editor : Redaksi
#Komunikasi Pasangan #Kesehatan Mental #perceraian #Psikologi Cinta #hubungan suami istri