Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Garuda Muda di Ujung Tanduk: Kemenangan Jadi Harga Mati

Johan Panjaitan • Senin, 10 November 2025 | 11:55 WIB
Timnas Indonesia U-17 saat mengikuti Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara. (Triadi Wibowo/ Sumut Pos)
Timnas Indonesia U-17 saat mengikuti Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara. (Triadi Wibowo/ Sumut Pos)

DOHA, Sumutpos.jawapos.com-Timnas Indonesia U-17 berada di ujung tanduk. Tak ada pilihan lain selain menang jika ingin menjaga asa lolos ke babak 32 besar Piala Dunia U-17 2025. Malam ini, di Aspire Zone Pitch 7, Al Rayyan, skuad Garuda Muda akan menghadapi Honduras U-17 dalam laga terakhir Grup H (kickoff 21.45 WIB).

Kedua tim sama-sama belum mencatat kemenangan dalam dua laga sebelumnya. Namun, Indonesia U-17 sedikit lebih unggul dari segi koefisien gol. Pasukan Nova Arianto mencatatkan agregat 1–7 setelah kalah 1–3 dari Zambia U-17 dan 0–4 dari Brasil U-17. Sementara Honduras U-17 memiliki rekor lebih buruk: 2–12, usai dicukur Brasil (0–7) dan tumbang dari Zambia (2–5).

“Peluang kami masih terbuka. Tapi kami tidak boleh meremehkan Honduras, meskipun mereka kalah dengan skor besar dari Zambia dan Brasil,” tegas pelatih Indonesia U-17, Nova Arianto. Menurutnya, timnya tampil lebih baik dari Honduras dalam dua laga awal, namun kekompakan dan fokus sejak menit pertama harus menjadi prioritas.

Harus Siap Sejak Peluit Pertama

Nova menyoroti kelemahan anak asuhnya yang kerap kebobolan di babak pertama. Dari tujuh gol yang bersarang ke gawang Indonesia, enam di antaranya terjadi di paruh awal pertandingan. Pola serupa juga dialami Honduras, yang kemasukan tujuh dari total 12 gol di babak pertama.

“Artinya, siapa yang siap sejak kickoff akan punya peluang lebih besar,” ujar Nova. Ia menegaskan tim harus tampil agresif sejak awal, bermain lebih lepas, mengontrol permainan, dan memastikan kemenangan sebagai harga mati.

Untuk memperkuat lini serang, Nova diperkirakan akan menurunkan M. Zahaby Gholy dan Mierza Firjatullah sejak menit awal. Keduanya tampil impresif ketika dimainkan di babak kedua saat melawan Brasil, meski laga berakhir dengan kekalahan.

Perebutan Tiket ke 32 Besar

Selain juara dan runner-up grup, delapan tim peringkat ketiga terbaik juga berhak melaju ke babak 32 besar. Hingga Sabtu (9/11) pukul 18.00 WIB, sudah ada enam negara di posisi ketiga yang mengoleksi tiga poin dari dua laga: Tunisia U-17 (Grup D), Inggris U-17 (Grup E), Meksiko U-17 (Grup F), Burkina Faso U-17 (Grup I), Paraguay U-17 (Grup J), serta Arab Saudi U-17 dan Mali U-17 di Grup L yang memiliki koefisien gol identik, 3–3.

Dengan situasi itu, hanya kemenangan yang bisa menjaga napas Garuda Muda untuk tetap terbang tinggi di Qatar. Satu laga penentuan, satu kesempatan terakhir — dan malam ini, Indonesia harus membuktikan diri.(jpg/han)

Prakiraan Pemain

Honduras U-17 : 4-4- 2
1- Fuentes Rios (gk); 4-Medina Diaz, 15- Oyuela Cerrato, 3- Martin Fugon, 2- Morales Trujillo; 6- Amador Juarez, 18- Balbas Gonzales, 20- Alvarez Montalvan, 9- D. A Flores, 10- Arana Melendez, 11- M. A Reyes
Pelatih : Israel Canales

Indonesia U-17 : (3-4-3)
21- Mike Rajasa (gk); 4- Putu Panji (C), 5- Mathew Baker, 12- Eizar Tanjung ; 14- Fabio Azkairawan, 6- Evandra Florasta, 13- Lucas Lee, 8- Nazriel Alfaro ; 7- Zahaby Gholy, 9- Mierza Firjatullah, 10- Fadly Alberto
Pelatih : Nova Arianto

Stadion: Aspire Zone Pitchh 7, Al Rayyan
Kickoff: 21.45 WIB

 

Editor : Johan Panjaitan
#honduras #Piala Dunia U-17 #Garuda Muda #Timnas Indonesia U-17