PARIS, Sumutpos.jawapos.com-Konflik panas antara Kylian Mbappé dan mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), resmi naik ke meja hijau dan berubah menjadi drama hukum paling mahal dalam sejarah sepak bola Eropa. Mbappé menggugat PSG sebesar EUR 263 juta (Rp 5,1 triliun). Tak tinggal diam, PSG membalas dengan tuntutan EUR 240 juta (Rp 4,65 triliun) terhadap sang mantan megabintang.
Persidangan perdana digelar di Paris, Senin (18/11), memulai babak baru perseteruan yang sebelumnya berkutat pada gaji, bonus, dan polemik transfer.
Sumber Perseteruan: Transfer Al Hilal yang Gagal
Akar masalah bermula ketika PSG menuding Mbappé merugikan klub karena menolak tawaran fantastis dari Al Hilal pada musim panas 2023. Klub Saudi itu mengajukan proposal mencapai EUR 300 juta (Rp 5,8 triliun)—penawaran tertinggi dalam sejarah sepak bola.
Keputusan Mbappé menolak membuat PSG bereaksi keras: sang bintang dikeluarkan dari skuad pramusim dan dibekukan dari aktivitas utama tim. Pada akhirnya, Mbappé hengkang ke Real Madrid secara gratis di akhir musim 2023–2024, saat kontraknya resmi habis.
PSG menilai sikap Mbappé sebagai bentuk ketidakloyalan. Dalam pernyataan resminya, klub menyebut pemain 26 tahun itu “bertindak tidak setia terhadap klub”.
Gaji & Bonus Menguap: Pemicu Gugatan Mbappé
Tak hanya soal transfer, Mbappé menuntut PSG atas gaji dan bonus yang menurutnya belum dibayarkan pada bulan-bulan terakhir masa kontraknya. Nilainya diperkirakan mencapai EUR 55 juta (Rp 1,06 triliun).
Gugatan besar ini menjadi pukulan balik setelah PSG lebih dahulu mengajukan tuntutan kompensasi atas “kerugian finansial” akibat penolakan sang pemain terhadap tawaran Al Hilal.
Drama Berlanjut
Pertarungan hukum dua pihak yang sebelumnya bekerja sama selama tujuh tahun ini diprediksi berjalan panjang. Mbappé, kini berseragam Real Madrid, fokus pada karier barunya. Namun bayang-bayang sengketa triliunan rupiah ini masih membuntuti perjalanan profesionalnya.
Kasus Mbappé–PSG bukan lagi sekadar konflik pemain dan klub—melainkan saga finansial terbesar dalam sejarah sepak bola modern, yang akan menentukan standar baru hubungan kontraktual di masa depan.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan