MARSEILLE, Sumutpos.jawapos.com-Dini hari nanti (22/1), Orange Velodrome tak sekadar menjadi panggung laga Eropa. Stadion ikonik itu akan menghadirkan duel sarat memori personal ketika Olympique de Marseille (OM) menjamu Liverpool FC (LFC) pada matchday ketujuh fase liga Liga Champions (siaran langsung SCTV/beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 03.00 WIB).
Sorotan tertuju pada dua penyerang dengan latar rivalitas klasik: Mason Greenwood di kubu tuan rumah dan Hugo Ekitike di barisan The Reds. Keduanya membawa jejak masa lalu yang membuat laga ini terasa lebih personal.
Greenwood—akrab disapa Mase—pernah berseragam Manchester United, rival abadi Liverpool dalam Derbi Northwest Inggris. Sementara Ekitike menghabiskan dua musim bersama Paris Saint-Germain (PSG), klub yang identik dengan Le Classique melawan Marseille.
“Aku sangat antusias memainkan laga ini. OM adalah klub yang sejak kecil sering aku tonton. Aku juga menyukai Velodrome,” ujar Ekitike, dikutip dari Anfield Index.
Kenangan yang Berbeda
Ekitike memiliki satu memori pahit di Velodrome. Pada babak 16 besar Coupe de France 2022–2023, ia gagal membantu PSG menghindari kekalahan 1-2 dari OM. Masuk sebagai pemain pengganti dan bermain selama 27 menit, Ekitike tak mampu mengubah jalannya laga.
Greenwood justru menyimpan kenangan manis kala berhadapan dengan Liverpool. Pemain berusia 24 tahun itu pernah menjadi mimpi buruk The Reds pada putaran keempat Piala FA 2020–2021, dengan torehan satu gol dan satu assist yang membawa Manchester United menang dramatis 3-2. Usianya yang setahun lebih tua dari Ekitike (23) juga memberi pengalaman lebih dalam laga bertekanan tinggi.
Tajam di Klub Masing-Masing
Keduanya kini berstatus mesin gol utama di tim masing-masing. Greenwood telah mencetak 20 gol bersama OM musim ini, dengan 12 gol di Ligue 1. Performa apiknya berlanjut akhir pekan lalu saat menyumbang satu gol dalam kemenangan telak 5-2 atas Angers SCO (18/1). Di Liga Champions, Greenwood telah mengoleksi tiga gol.
Ekitike, di sisi lain, mencatat 12 gol bersama Liverpool, delapan di Premier League dan satu di Liga Champions. Meski kontribusinya di Eropa belum mencolok, statusnya sebagai penyerang nomor 9 tunggal—menyusul absennya Alexander Isak akibat cedera panjang—membuat perannya vital.
Pelatih Liverpool Arne Slot menaruh kepercayaan penuh pada anak asuhnya itu.
“Dia akan bermain di negaranya, menghadapi klub yang pernah menjadi rival klub lamanya. Tidak ada alasan baginya untuk tidak menampilkan performa terbaik,” ujar Slot kepada Liverpool Echo.
Duel OM kontra Liverpool pun tak sekadar menentukan langkah di Liga Champions, tetapi juga menjadi panggung pembuktian dua penyerang dengan memori rival klasik yang masih membara.(jpg/han)
Prakiraan Permain:
OLYMPIQUE DE MARSEILLE (4-2-3-1): 1-Rulli (g); 62-Murillo, 5-Balerdi (c), 32-Medina, 33-Emerson; 17-O’Riley, 23-Hojbjerg; 22-Weah, 10-Greenwood, 14-Paixao; 97-Aubameyang
Pelatih: Roberto De Zerbi
Jersey pemain: Putih
Jersey kiper: Merah corak kuning
LIVERPOOL FC (4-2-3-1): 1-Alisson (g); 30-Frimpong, 5-Konate, 4-Van Dijk (c), 26-Robertson; 38-Gravenberch, 10-Mac Allister; 8-Szoboszlai, 7-Wirtz, 18-Gakpo; 22-Ekitike
Pelatih: Arne Slot
Jersey pemain: Merah
Jersey kiper: Hijau
Editor : Johan Panjaitan