LIVERPOOL, Sumutpos.jawapos.com-Saat Alexander Isak terkapar di ruang perawatan dan Mohamed Salah memilih main kolektif ketimbang ego, Liverpool FC justru menemukan senjata baru yang bikin lawan ketar-ketir. Namanya: Hugo Ekitike dan Florian Wirtz.
Duo debutan ini jadi aktor utama kemenangan telak Liverpool atas Newcastle United dengan skor 4-1 di Anfield, Sabtu (1/2). Total, Hugo–Flo—julukan yang mulai akrab di kalangan fans—menyumbang tiga gol dan satu assist. Sebuah penampilan yang langsung membungkam kritik soal belanja mahal The Reds di awal musim.
Ekitike, striker Prancis berusia 23 tahun, kini memimpin daftar top skor Liverpool musim ini dengan 15 gol. Ia didatangkan dari Eintracht Frankfurt seharga GBP 69 juta. Sementara Wirtz, playmaker kreatif eks Bayer Leverkusen, ditebus lebih mahal lagi: GBP 100 juta, dan sudah mengoleksi 6 gol serta 8 assist.
Gol ala Torres, Anfield Auto Nostalgia
Momen paling ramai dibicarakan tentu saat Ekitike mencetak gol keduanya. Berawal dari pergerakan cerdas menyambut umpan Milos Kerkez, Ekitike menuntaskan peluang dari sudut sempit dengan sentuhan cepat. Fans Anfield pun langsung teringat satu nama: Fernando Torres.
Bukan cuma fans. Steven Gerrard juga ikut mengamini.
“Gerakannya ke ruang kosong itu sangat Torres,” kata Gerrard kepada TNT Sports.
“Cara dia melepaskan tembakan cepat dengan toe-poke benar-benar bikin saya flashback ke 2007,” lanjut legenda Liverpool itu.
Debutan Paling Gacor Sejak Era Barnes
Chemistry Ekitike dan Wirtz bukan sekadar kebetulan. Menurut data Opta, keduanya sudah terlibat langsung dalam enam gol di semua kompetisi—terbanyak untuk dua pemain debutan Liverpool sejak era John Barnes dan Ray Houghton musim 1987–1988.
Pelatih Liverpool Arne Slot menyebut performa keduanya makin tajam seiring kebugaran yang terus meningkat.
“Hugo konsisten mencetak gol. Florian luar biasa dalam menciptakan peluang. Tinggal soal waktu sebelum kontribusinya makin meledak,” ujar Slot kepada BBC.
Namun Slot juga menegaskan, jadwal padat membuat duet ini tak selalu dipasang bersamaan.
“Menjaga intensitas tertinggi itu butuh proses,” katanya.
Newcastle Cuma Bisa Gigit Jari
Bagi Newcastle United, penampilan Ekitike terasa makin menyakitkan. The Magpies tercatat tiga kali mencoba merekrut sang striker sejak 2022, termasuk pada bursa transfer musim panas lalu—sebelum akhirnya disalip Liverpool.
“Dia bisa saja pakai seragam hitam-putih,” kata mantan kiper Newcastle, Shay Given, di Match of the Day.
“Tapi dia memilih Liverpool. Dan hari ini, dialah rekrutan paling menonjol.”
Liverpool boleh kehilangan sosok lama, tapi Anfield jelas tak kehilangan ketajaman. Ekitike dan Wirtz hadir, The Reds makin mengerikan.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan