LONDON, Sumutpos.jawapos.com-Stamford Bridge akhirnya menjadi saksi momen yang selama ini selalu luput dari Chelsea. Dalam comeback dramatis atas West Ham United, The Blues membalikkan ketertinggalan dua gol untuk menang 3-2—sebuah pencapaian yang baru terjadi pada percobaan ke-57 sepanjang era Premier League.
Menurut catatan Opta, Chelsea sebelumnya telah 56 kali tertinggal dua gol atau lebih pada babak pertama. Seluruhnya berujung kegagalan meraih kemenangan. Statistik itu runtuh pada Sabtu (1/2), ketika Chelsea menulis bab baru dalam sejarah klub mereka sendiri.
“Seseorang baru saja memberi tahu saya ini pertama kalinya kami menang dari posisi 0-2 di kandang dalam sejarah Premier League,” ujar manajer Chelsea Liam Rosenior kepada Football London.
Rosenior mengawali laga dengan rotasi signifikan. Alejandro Garnacho dipasang di sisi sayap, Jorrel Hato mengisi pos bek kiri, sementara Benoit Badiashile berperan sebagai bek tengah kiri. Namun, Chelsea justru tertinggal lebih dulu lewat gol Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville.
Meski begitu, Rosenior menegaskan bahwa kegagalan di babak pertama bukan tanggung jawab individu.
“Itu bukan kesalahan mereka. Kami bermain buruk secara kolektif,” tegasnya kepada BBC.
Keputusan krusial datang dari bangku cadangan. Masuknya Marc Cucurella dan Joao Pedro mengubah ritme permainan Chelsea. Dua pemain ini menjadi katalis kebangkitan yang membuat skor kembali imbang sebelum Enzo Fernandez mengunci kemenangan lewat gol di masa injury time.
Rosenior pun menegaskan bahwa pergantian cepat bukan bentuk hukuman.
“Mereka tahu saya tak ragu melakukan perubahan lebih awal. Itu tidak berarti mereka keluar dari rencana saya ke depan,” jelasnya.
Di Stamford Bridge malam itu, Chelsea bukan hanya membalikkan skor. Mereka juga mematahkan kutukan panjang—sebuah kemenangan yang datang bukan dari kesempurnaan, melainkan dari keberanian mengambil risiko.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan