Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bayang-Bayang Mbappe Menghantui Prancis Jelang Piala Dunia

Johan Panjaitan • Senin, 8 Juni 2026 | 11:15 WIB
Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. (kalteng.disway)
Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. (kalteng.disway)

 

VILLENEUVE-D’ASCQ, Sumutpos.jawapos.com – Di balik status Prancis sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026, muncul satu perdebatan yang terus mengiringi perjalanan Les Bleus. Tim asuhan Didier Deschamps dinilai terlalu bergantung pada satu sosok: Kylian Mbappe.

Kapten sekaligus bintang Real Madrid itu memang menjadi pusat permainan Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia, ketergantungan tersebut mulai memunculkan tanda tanya. Tidak sedikit pengamat yang menilai Les Bleus telah menjadi terlalu "Mbappesentris".

Kekhawatiran itu kembali menguat setelah kekalahan 1-2 dari Pantai Gading dalam laga uji coba di Stade de la Beaujoire, Nantes, Jumat (5/6). Meski memiliki sejumlah penyerang kelas dunia, Deschamps tetap mempertahankan Mbappe sebagai ujung tombak utama.

Padahal, Prancis masih memiliki alternatif yang tengah menikmati musim gemilang bersama klub masing-masing. Ousmane Dembele tampil luar biasa bersama Paris Saint-Germain, sementara Jean-Philippe Mateta menjadi salah satu motor kebangkitan Crystal Palace di Inggris.

Baca Juga: Rafael Leao Tetap Bisa Tampil di Piala Dunia Meski Digusur Kartu Merah

Namun hingga kini, Deschamps belum menunjukkan tanda-tanda akan mengubah formula yang selama ini menjadi andalannya.

"Apapun yang terjadi, dia (Mbappe) akan selalu berada di posisi nomor sembilan," sindir analis sepak bola Prancis Bertrand Latour kepada Le10Sport.

Dembele Dinilai Layak Jadi False Nine

Kritik terhadap pendekatan Deschamps bukan tanpa alasan. Banyak pihak menilai kualitas lini serang Prancis terlalu kaya untuk bergantung pada satu pola permainan.

Latour menjadi salah satu sosok yang paling vokal mendorong perubahan. Menurutnya, Dembele layak diberikan kesempatan sebagai false nine, peran yang sukses ia jalankan bersama PSG dalam dua musim terakhir.

Skema tersebut dinilai dapat memaksimalkan potensi seluruh pemain depan Prancis. Mbappe bisa kembali menempati posisi favoritnya di sayap kiri, sementara Michael Olise tetap mengisi sektor kanan.

Baca Juga: Mbappe vs Harry Kane, Dua Favorit Terkuat Peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Formasi itu diyakini akan membuat serangan Les Bleus lebih cair, sulit ditebak, dan tidak hanya bertumpu pada penyelesaian akhir Mbappe.

"Jika Anda tidak memainkan Mbappe hari ini, maka besok Anda tetap memiliki pemain di lini depan dengan kemampuan yang sama tangguhnya," ujar mantan kiper timnas Prancis Benoit Costil kepada RMC Sport.

Pernyataan Costil menggambarkan keyakinan bahwa kedalaman skuad Prancis saat ini memungkinkan Deschamps melakukan rotasi tanpa kehilangan kualitas.

Namun sejauh ini, sang pelatih tampaknya masih memilih jalan konservatif dengan mempertahankan Mbappe sebagai pusat serangan.

Dicatut dalam Iklan Judi

Di tengah persiapan menuju Piala Dunia, Prancis juga harus menghadapi gangguan di luar lapangan.

Lima pemain Les Bleus, yakni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue, dan Rayan Cherki, dikabarkan keberatan setelah foto mereka digunakan dalam kampanye promosi rumah judi Betclic.

Menurut laporan L’Equipe, para pemain tidak pernah memberikan persetujuan atas penggunaan gambar mereka dalam materi iklan yang berkaitan dengan promosi Piala Dunia 2026.

Tidak hanya foto para pemain, rekaman sesi latihan tim nasional di Clairefontaine juga disebut ikut dimanfaatkan dalam kampanye tersebut.

Situasi itu memicu ketegangan antara pemain dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).

Baca Juga: Polres Labuhanbatu Intensif Berantas Narkoba, Kejar Jaringan hingga Bandar

"Kami tidak sepakat dengan penggunaan hak foto kami untuk program promosi yang berkaitan dengan perjudian," tegas Mbappe.

Kasus tersebut kembali membuka perdebatan mengenai hak citra pemain serta batas kewenangan federasi dalam memanfaatkan materi promosi yang melibatkan atlet nasional.

Bonus Piala Dunia Masih Jadi Polemik

Belum selesai dengan persoalan komersial, skuad Prancis juga diterpa isu mengenai bonus Piala Dunia.

Sejumlah media Prancis melaporkan bahwa FFF hanya akan memberikan bonus kepada pemain jika tim mampu mencapai babak semifinal. Skema tersebut disebut tidak sepenuhnya mendapat persetujuan dari para pemain.

Meski demikian, Presiden FFF Philippe Diallo berusaha meredam spekulasi yang berkembang. Ia memastikan pembahasan bonus akan segera diselesaikan sebelum Piala Dunia dimulai.

"Kami ingin semuanya selesai sebelum 10 Juni agar tim bisa fokus sepenuhnya pada Piala Dunia," ujarnya seperti dikutip KickFootball.

Dengan berbagai persoalan yang muncul, mulai dari ketergantungan taktis terhadap Mbappe, kontroversi hak citra, hingga polemik bonus, Prancis memasuki Piala Dunia 2026 dalam situasi yang jauh dari ideal.

Namun jika ada satu hal yang tetap menjadi kekuatan utama Les Bleus, itu adalah kualitas skuad mereka yang luar biasa. Tantangannya kini berada di tangan Didier Deschamps: apakah ia berani keluar dari bayang-bayang Mbappe dan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki Prancis, atau tetap bertahan dengan formula lama yang menjadikan sang kapten sebagai pusat segalanya.(jpg/han)

 

PERKIRAAN PEMAIN
 
PRANCIS (4-3-3): 16-Maignan (g); 5-Kounde, 4-Upamecano, 15-Konate, 19-Theo Hernandez; 8-Tchouameni, 25-Akliouche, 24-Cherki; 11-Olise, 10-Mbappe (c), 9-Thuram
Pelatih: Didier Deschamps
 
IRLANDIA UTARA (3-4-2-1): 1-Charles (g); 3-McConville, 5-Hume, 22-Brown; 11-Smyth, 6-McDonnell, 19-Charles (c), 15-Devenny; 10-Donley, 14-Price; 18-Reid
Pelatih: Michael O’Neill

Editor : Johan Panjaitan
#dembele #mateta #piala dunia #mbappe #prancis