SEATTLE, Sumutpos.jawapos.com– Dua belas tahun setelah mimpi mereka dipatahkan Belgia di Piala Dunia 2014, Amerika Serikat kembali dipertemukan dengan lawan yang sama di panggung gugur. Kali ini, USMNT (julukan Amerika Serikat) datang dengan status tuan rumah, performa yang lebih meyakinkan, dan keyakinan bahwa sejarah bisa ditulis ulang.
Amerika Serikat akan menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7) pukul 07.00 WIB. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi USMNT untuk menghapus kenangan pahit saat disingkirkan De Rode Duivels 1-2 melalui babak perpanjangan waktu pada Piala Dunia 2014 di Brasil.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kekurangan 90 Ribu Guru Agama, Kemenag Petakan Solusi agar Program Tetap Optimal
Kala itu, penampilan gemilang kiper Tim Howard dengan 16 penyelamatan tak mampu menyelamatkan Amerika Serikat dari eliminasi. Kini, dengan dukungan puluhan ribu suporter sendiri, USMNT bertekad membalas kegagalan tersebut.
Tuan Rumah Lebih Diunggulkan
Berbeda dengan pertemuan 12 tahun lalu, kali ini Amerika Serikat justru datang sebagai tim yang lebih difavoritkan. Superkomputer Opta memberi peluang kemenangan USMNT sebesar 50,96 persen.
Prediksi itu sejalan dengan performa impresif tim besutan Mauricio Pochettino sepanjang turnamen. Mereka membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas Paraguay, dilanjutkan kemenangan 2-0 atas Australia di fase grup, sebelum menyingkirkan Bosnia-Herzegovina dengan skor 2-0 pada babak 32 besar.
Bek kanan Sergino Dest menilai kemenangan atas Belgia akan menjadi momentum penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap tim nasional mereka.
"Artinya akan sangat besar. Saya rasa kepercayaan masyarakat kepada tim ini sudah tinggi dan jika kami menang, keyakinan tersebut akan menjadi lebih besar lagi," ujar mantan pemain Barcelona itu.
Kekalahan di Uji Coba Tak Lagi Relevan
Meski lebih diunggulkan, Amerika Serikat tetap harus mewaspadai rekor pertemuan yang kurang berpihak. Dari tujuh duel melawan Belgia, USMNT hanya sekali meraih kemenangan.
Baca Juga: BMKG Minta Daerah Siaga, El Nino Ancam Pasokan Air dan Produksi Pertanian
Bahkan, dalam pertemuan terakhir pada laga uji coba di Atlanta, 29 Maret lalu, Amerika Serikat harus menyerah 2-5.
Namun, Dest menilai hasil tersebut tidak lagi relevan. Saat itu, Pochettino masih bereksperimen mencari komposisi terbaik, sementara sejumlah pemain penting seperti Chris Richards dan Tyler Adams absen karena cedera.
"Dalam pertandingan seperti itu kami mencoba berbagai hal. Sekarang inilah pertandingan yang sesungguhnya," tegas pemain PSV Eindhoven tersebut.
Di sisi lain, Belgia juga tidak datang dengan kondisi yang sepenuhnya sama. Winger lincah Jeremy Doku, yang menjadi momok bagi pertahanan Amerika pada laga persahabatan itu, belum mampu menunjukkan performa terbaiknya sepanjang Piala Dunia 2026.
Memburu Kado Kemerdekaan
Laga ini juga memiliki makna emosional bagi Amerika Serikat. Digelar hanya beberapa hari setelah peringatan Hari Kemerdekaan AS ke-250 pada 4 Juli, kemenangan atas Belgia akan menjadi hadiah istimewa bagi publik tuan rumah.
Lebih dari itu, kemenangan akan membawa USMNT menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2002.
Kapten tim Tim Ream menyebut laga tersebut sebagai kesempatan besar untuk terus menginspirasi generasi muda Amerika melalui sepak bola.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Kotapinang: Truk Fuso Hantam Kendaraan hingga Ruko, Dua Tewas
"Ini kesempatan untuk terus menginspirasi puluhan juta orang, menginspirasi anak-anak di AS. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk memenangkan pertandingan fase gugur lainnya di Piala Dunia," katanya.
Kini, semua modal ada di tangan USMNT. Bermain di kandang sendiri, didukung performa yang stabil, dan berbekal motivasi membalas kekalahan 12 tahun silam, Amerika Serikat memiliki peluang besar mengakhiri dominasi Belgia sekaligus membuka lembaran baru dalam sejarah sepak bola mereka.(jpg/han)
Susunan Pemain:
AMERIKA SERIKAT (4-2-3-1): 24-Freese (g); 16-Freeman, 3-Richards, 13-Ream (c), 5-Robinson; 4-Adams, 17-Tillman; 2-Dest, 8-McKennie, 10-Pulisic; 9-Pepi
Pelatih: Mauricio Pochettino
BELGIA (4-2-3-1): 1-Courtois (g); 21-Castagne, 4-Mechele, 3-Theate, 5-De Cuyper; 20-Vanaken, 8-Tielemans (c); 10-Trossard, 7-De Bruyne, 11-Doku; 17-De Ketelaere
Pelatih: Rudi Garcia