FOXBOROUGH, Suamutpos.jawapos.com – Persahabatan Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi akan berhenti sejenak dini hari nanti. Selama 90 menit—atau bahkan lebih—tidak ada lagi istilah bestie.
Kapten Prancis dan pemimpin Maroko itu akan saling berhadapan pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium, Foxborough, Jumat (10/7) pukul 03.00 WIB. Pertemuan tersebut menjadi duel pertama mereka di level tim nasional sejak Mbappe meninggalkan Paris Saint-Germain untuk bergabung dengan Real Madrid pada musim panas tahun lalu.
Selama tiga musim di Camp des Loges, markas latihan PSG, keduanya dikenal sebagai pasangan sahabat yang nyaris tak terpisahkan. Namun, Hakimi menegaskan bahwa kedekatan itu tak memiliki tempat ketika peluit pertandingan dibunyikan.
"Dia sudah bukan lagi sahabatku ketika di lapangan," ujar Hakimi sembari menanggapi candaan komedian Maroko, Mimo Lazrak, mengenai persahabatannya dengan Mbappe yang dijuluki Donatello.
Baca Juga: Hossam Hassan Ogah Tonton Lanjutan Piala Dunia
Kedekatan keduanya pernah menjadi sorotan dunia setelah semifinal Piala Dunia 2022. Saat itu Maroko kalah 0-2 dari Prancis, tetapi Hakimi dan Mbappe tetap bertukar jersey, berpelukan, dan bercanda di tengah lapangan. Momen tersebut menjadi simbol bahwa rivalitas tak menghapus persahabatan.
Kini situasinya berbeda.
Pada pertemuan terakhir mereka di semifinal Piala Dunia Antarklub tahun lalu di MetLife Stadium, Hakimi justru keluar sebagai pemenang. Bersama PSG, bek kanan tersebut membantu timnya menghancurkan Real Madrid yang diperkuat Mbappe dengan skor telak 4-0.
Kini, panggungnya jauh lebih besar. Tiket semifinal Piala Dunia menjadi taruhannya.
Pengawal Sang Donatello
Prancis tampaknya tak ingin kehilangan Mbappe akibat permainan keras lawan.
Insiden saat menghadapi Paraguay di babak 16 besar membuat pelatih Didier Deschamps menyiapkan perlindungan ekstra bagi sang kapten. Menurut laporan Livefoot, dua pemain disiapkan sebagai "bodyguard" Mbappe, yakni bek tengah Ibrahima Konate dan penyerang Jean-Philippe Mateta.
Baca Juga: Istana Buckingham Buka Lowongan Videografer Raja Charles III, Gaji Capai Rp1,2 Miliar per Tahun
Menariknya, keduanya diproyeksikan masuk dari bangku cadangan. Deschamps menilai tensi pertandingan biasanya meningkat selepas jeda. Risiko pelanggaran keras pun lebih besar ketika emosi pemain mulai memuncak pada babak kedua. Kehadiran Konate dan Mateta diharapkan menjadi tameng bagi Mbappe sekaligus meredam potensi provokasi lawan.
"Semua pemain di lapangan melindungi kapten kami. Jadi bukan hanya kami berdua," kata Mateta.
Adu Kreativitas Jebolan Akademi City
Tak hanya duel Mbappe kontra Hakimi yang menyita perhatian. Pertarungan kreativitas di lini tengah juga layak dinanti.
Maroko mengandalkan Brahim Diaz, sedangkan Prancis memiliki Michael Olise. Menariknya, keduanya sama-sama pernah menimba ilmu di akademi Manchester City.
Olise masih memimpin daftar pemberi assist terbanyak Piala Dunia 2026 dengan lima assist. Brahim membayangi di belakangnya dengan empat assist dan masih berpeluang menyalip jika mampu tampil gemilang di Foxborough.
Empat assist itu juga mengukuhkan Brahim sebagai pemain Afrika pertama yang mencatatkan empat umpan gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Baca Juga: Di Era Ponsel Pintar, Jepang Tetap Pertahankan Puluhan Ribu Telepon Umum untuk Keadaan Darurat
Sementara itu, Olise hanya membutuhkan satu assist lagi untuk menyamai rekor legenda Brasil, Pele, sebagai pencatat assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sejak edisi 1970.
"Olise selalu ingin menjadi pembeda dalam pertandingan," puji legenda Prancis Patrick Vieira kepada L'Equipe.
Di tengah sorotan kepada Mbappe dan Hakimi, duel dua kreator jebolan akademi Manchester City itu bisa saja menjadi faktor yang menentukan siapa yang melangkah ke semifinal.(jpg/han)
Perkiraan Susunan Pemain:
PRANCIS (4-2-3-1): 16-Maignan (g); 5-Kounde, 4-Upamecano, 17-Saliba, 3-Digne; 6-Kone, 14-Rabiot; 7-Dembele, 11-Olise, 12-Barcola; 10-Mbappe (c)
Pelatih: Didier Deschamps
MAROKO (4-2-3-1): 1-Bono (g); 2-Hakimi (c), 14-Diop, 18-Riad, 3-Mazraoui; 24-El Aynaoui, 6-Bouaddi; 10-Brahim, 8-Ounahi, 23-El Khannouss; 11-Saibari
Pelatih: Mohamed Ouahbi