Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kontroversi VAR Bayangi Kemenangan Argentina

Johan Panjaitan • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:01 WIB
Lionel Messi dan rekan-rekannya merayakan kemenangan setelah Argentina melaju tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2. (okezone)
Lionel Messi dan rekan-rekannya merayakan kemenangan setelah Argentina melaju tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2. (okezone)

 

ATLANTA, Sumutpos.jawapos.com – Argentina memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu (8/7). Namun, kemenangan dramatis sang juara bertahan tak lepas dari bayang-bayang kontroversi keputusan wasit dan penggunaan VAR.

Sorotan terbesar tertuju pada gol penyerang Mesir Mostafa Ziko pada menit ke-58 yang dianulir setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Wasit François Letexier menilai terjadi pelanggaran terhadap bek Argentina Lisandro Martínez sebelum Mesir melancarkan serangan yang berujung gol.

Sebaliknya, pada masa injury time, Letexier tidak meninjau VAR ketika Mesir mengajukan protes atas dugaan pelanggaran Julián Álvarez terhadap kapten Mohamed Salah dalam proses terciptanya gol kemenangan Enzo Fernández.

Perbedaan perlakuan terhadap dua insiden tersebut memicu protes keras dari kubu Mesir.

Baca Juga: Celine Evangelista Ikhlas Melepas Anaknya Mondok di Pesantren

Bagi Ziko, keputusan wasit menjadi faktor utama yang menggagalkan impian negaranya menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

"Ini tidak adil, benar-benar tidak adil. Wasit telah menyia-nyiakan semua kerja keras kami lewat keputusan-keputusannya," ujar Ziko kepada TSN.

Pemain Pyramids FC itu mengaku kecewa karena Mesir sempat berada di jalur kemenangan setelah unggul dua gol.

"Kami ingin membuat seluruh rakyat Mesir bahagia, tetapi itu tidak terjadi karena keputusan wasit. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Argentina karena mereka akan menjadi juara Piala Dunia," tuturnya seperti dikutip Ahram Online.

Penerapan VAR Dipertanyakan

Kontroversi tersebut tak hanya menuai protes dari kubu Mesir. Sejumlah pengamat wasit internasional juga mempertanyakan keputusan VAR yang menganulir gol Ziko.

Mantan wasit Premier League yang kini menjadi analis The Athletic, Graham Scott, menilai gol tersebut semestinya disahkan. Menurutnya, benturan antara gelandang Mesir Marwan Attia dan Lisandro Martínez merupakan kontak normal dalam permainan.

Baca Juga: Kripto Makin Bergairah, Transaksi Hampir Rp100 Triliun

Selain itu, insiden tersebut terjadi jauh sebelum proses terciptanya gol sehingga dinilai tidak memenuhi syarat untuk diintervensi VAR.

"Itu adalah intervensi yang mengejutkan dan bentuk penggunaan VAR yang melampaui fungsinya untuk mengoreksi kesalahan yang benar-benar jelas," kata Scott.

Pandangan serupa disampaikan Fernando Guerrero, mantan anggota tim VAR pada final Piala Dunia 2022.

Melalui akun X, wasit asal Meksiko itu menyebut tidak ada pelanggaran terhadap Lisandro Martínez. Bahkan jika dianggap terjadi pelanggaran, menurutnya insiden tersebut tidak lagi masuk dalam fase Attacking Possession Phase (APP) karena Argentina telah memiliki cukup waktu dan ruang untuk merebut kembali penguasaan bola sebelum Mesir mencetak gol.

Messi Kembali Jadi Pembeda

Di balik kontroversi tersebut, Lionel Messi sekali lagi membuktikan statusnya sebagai pemain penentu bagi Argentina.

Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-21, kapten Albiceleste bangkit dengan memimpin kebangkitan timnya pada 11 menit terakhir pertandingan.

Dia mengirim umpan silang yang disundul Cristian Romero menjadi gol pada menit ke-79 sebelum mencetak gol penyama kedudukan empat menit berselang. Momentum itu membuka jalan bagi Enzo Fernández untuk memastikan kemenangan Argentina pada masa injury time.

Kebangkitan Tim Tango juga dipengaruhi perubahan taktik pelatih Lionel Scaloni. Masuknya Lautaro Martínez menggantikan Rodrigo De Paul membuat Messi lebih leluasa bergerak di sisi kanan, posisi yang memberinya ruang lebih besar untuk mengkreasi serangan.

"Sulit mencari ruang di tengah lapangan, jadi saya mencoba bergerak ke sisi lapangan. Dari situlah gol balasan Cuti (Romero) akhirnya tercipta," ujar Messi kepada Olé.

Kontroversi mungkin akan terus menjadi bahan perdebatan. Namun yang pasti, Argentina berhasil menjaga asa mempertahankan gelar, sementara Mesir harus pulang dengan meninggalkan rasa kecewa dan tanda tanya besar terhadap keputusan perangkat pertandingan.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#dianulir #mesir #var #piala dunia 2026 #argentina