Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bangkit dari Tekanan, Argentina Tekuk Inggris 2-1 dan Lolos ke Final Piala Dunia 2026

Johan Panjaitan • Kamis, 16 Juli 2026 | 11:54 WIB
Lionel Messi dan rekan-rekannya merayakan kemenangan setelah Argentina melaju tiket final Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 (genpi)
Lionel Messi dan rekan-rekannya merayakan kemenangan setelah Argentina melaju tiket final Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 (genpi)

 

Sumutpos.jawapos.com– Timnas Argentina kembali berdiri di ambang kejayaan dunia. Setelah melewati perjalanan yang dipenuhi drama, comeback, dan ujian mental, La Albiceleste memastikan satu tempat di final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Inggris 2-1 pada semifinal, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Kemenangan tersebut mengantar pasukan Lionel Scaloni menghadapi Spanyol di partai puncak yang akan digelar di MetLife Stadium, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Bagi Argentina, final kali ini bukan sekadar perebutan trofi. Jika mampu mengalahkan Spanyol, Lionel Messi dan kawan-kawan akan mencatat sejarah sebagai tim pertama sejak Brasil (1958 dan 1962) yang sukses mempertahankan gelar juara Piala Dunia.

Sempurna di Fase Grup

Argentina mengawali turnamen dengan performa yang nyaris tanpa cela. Mereka menyapu bersih tiga pertandingan fase grup sambil menunjukkan keseimbangan antara lini serang yang tajam dan pertahanan yang solid.

Baca Juga: Kuliah Umum di USU, Mentan Amran  Bantu Mahasiswa Penjual Mochi dan Langsung Tindak Laporan Pupuk

Langkah meyakinkan dimulai lewat kemenangan 3-0 atas Aljazair. Lionel Messi langsung menjadi sorotan setelah mencetak hattrick pada laga internasionalnya yang ke-200 sekaligus menyamai rekor 16 gol Piala Dunia milik Miroslav Klose.

Momentum positif berlanjut ketika menghadapi Austria. Meski sempat gagal mengeksekusi penalti, Messi membayar lunas kesalahannya dengan dua gol yang membawa Argentina menang 2-0 sekaligus memastikan tiket ke fase gugur lebih awal.

Pada laga terakhir grup, Argentina menutup penyisihan dengan kemenangan 3-1 atas Yordania melalui gol Giovani Lo Celso, Lautaro Martinez, dan Lionel Messi.

Sembilan poin sempurna membawa Argentina melaju sebagai juara grup sekaligus mengukuhkan status mereka sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar.

Fase Gugur, Panggung Mental Juara

Jika fase grup dilalui dengan mulus, babak gugur justru menjadi ujian sesungguhnya bagi sang juara bertahan.

Pada babak 32 besar, Cape Verde memberikan perlawanan sengit. Argentina dua kali memimpin, tetapi selalu mampu disamakan lawan hingga pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan.

Baca Juga: Wakil Bupati Batu Bara Dorong Percepatan Realisasi TKD, Fokus Perkuat Infrastruktur dan Pemulihan Pascabencana

Gol bunuh diri pada menit ke-111 akhirnya memastikan kemenangan tipis 3-2 bagi Albiceleste.

Drama berlanjut di babak 16 besar saat menghadapi Mesir.

Argentina bahkan sempat tertinggal dua gol hingga menit ke-67. Namun karakter juara kembali berbicara.

Cristian Romero membuka asa, Lionel Messi memperkecil ketertinggalan, sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan pada masa injury time yang memastikan comeback spektakuler dengan skor 3-2.

Laga tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan Argentina bukan hanya terletak pada kualitas individu, tetapi juga mentalitas untuk bangkit ketika berada dalam tekanan.

Menaklukkan Lawan-Lawan Berat

Perempat final mempertemukan Argentina dengan Swiss yang tampil disiplin sepanjang turnamen.

Alexis Mac Allister membawa Argentina unggul lebih dulu sebelum Dan Ndoye menyamakan kedudukan.

Baca Juga: Hadirkan Manfaat bagi Sesama,  JNE Medan Salurkan Zakat Total Rp200 Juta kepada 11 Lembaga Sosial 

Momentum berubah setelah Breel Embolo menerima kartu merah.

Unggul jumlah pemain, Argentina memanfaatkan situasi dengan maksimal melalui gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez pada babak tambahan untuk mengunci kemenangan 3-1.

Ujian terbesar datang di semifinal melawan Inggris.

Babak pertama berlangsung ketat tanpa gol. Inggris baru memecah kebuntuan pada babak kedua melalui Anthony Gordon yang memanfaatkan umpan Morgan Rogers.

Tertinggal 0-1, Argentina kembali menunjukkan mental baja.

Enzo Fernandez menyamakan kedudukan sebelum Lionel Messi memperlihatkan kelasnya lewat umpan matang yang diselesaikan Lautaro Martinez menjadi gol kemenangan.

Gol tersebut memastikan Argentina menang 2-1 sekaligus mengamankan tiket menuju final.

Messi, Roh Permainan Albiceleste

Di usia yang tak lagi muda, Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina.

Sang kapten telah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak tim.

Namun kontribusinya jauh melampaui statistik.

Ketika Argentina tertinggal, Messi hadir sebagai pemimpin yang mampu menenangkan permainan. Ketika tim membutuhkan inspirasi, ia menciptakan peluang. Saat laga memasuki fase krusial, ia kembali menjadi pembeda, seperti assist brilian kepada Lautaro Martinez yang memastikan kemenangan atas Inggris.

Pengalaman, visi bermain, dan kepemimpinannya menjadi fondasi yang menjaga Argentina tetap hidup di setiap pertandingan sulit.

Baca Juga: Cara Cepat Menghilangkan Lendir di Tenggorokan, Lakukan Metode Alami Ini

Final Impian: Lini Serang Terbaik vs Pertahanan Terkuat

Kini tantangan terakhir telah menanti.

Spanyol datang ke final dengan reputasi sebagai tim yang memiliki organisasi pertahanan paling solid sepanjang turnamen, sementara Argentina hadir sebagai tim paling produktif dengan torehan 19 gol.

Pertemuan dua filosofi sepak bola yang berbeda itu diprediksi menghadirkan duel berkelas dunia.

Argentina mengandalkan efektivitas serangan, pengalaman para pemain senior, serta magis Lionel Messi. Sebaliknya, Spanyol mengusung dominasi penguasaan bola, disiplin taktik, dan pertahanan yang nyaris tak tertembus.

Bagi Argentina, kemenangan di MetLife Stadium akan menjadi penutup sempurna perjalanan penuh drama sekaligus mengukir sejarah baru sebagai tim pertama dalam lebih dari enam dekade yang mampu mempertahankan mahkota juara Piala Dunia.

Kini, hanya tersisa satu pertandingan. Satu kemenangan lagi, dan Lionel Messi berpeluang menutup karier Piala Dunia dengan cara yang paling sempurna.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
final piala dunia 2026 argentina inggris