LONDON, Sumutpos.jawapos.com – Pergantian pelatih tidak mengubah peran Rayan Cherki di Manchester City. Musim lalu, pada musim debutnya bersama The Citizens, Cherki langsung menjelma sebagai salah satu kreator utama. Kini, di bawah kendali Enzo Maresca, gelandang serang asal Prancis itu kembali menunjukkan bahwa kreativitasnya tetap menjadi bagian penting dari permainan City.
Cherki mengawali musim dengan cara meyakinkan. Masuk sebagai pemain pengganti saat Manchester City menghadapi AFC Bournemouth pada matchweek pertama Premier League, 23 Agustus lalu, pemain bernomor punggung 10 itu langsung menyumbangkan dua assist dalam kemenangan 2-0.
Dini hari nanti, Sabtu (29/8), Cherki berpeluang kembali menjadi starter ketika City bertandang ke Selhurst Park untuk menghadapi Crystal Palace pada matchweek kedua. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 02.00 WIB dan disiarkan langsung melalui Vidio.
Baca Juga: Mahasiswa UDA Gelar Aksi di Depan Kampus, Rektor Ancam akan DO
Yang menarik, Cherki mulai mendekati catatan salah satu legenda modern Manchester City, Kevin De Bruyne.
Sejak berseragam City, Cherki telah mengoleksi 18 assist dari 58 penampilan di semua kompetisi. Catatan tersebut hanya berjarak tiga assist dari torehan De Bruyne dalam jumlah pertandingan yang sama.
Maresca melihat kualitas tersebut sebagai sesuatu yang sulit diabaikan.
“Dampak Rayan memang sungguh luar biasa. Dia memang tipe pemain seperti itu, kreator gol,” ujar Maresca seperti dilansir Manchester Evening News.
Karena itu, sang pelatih tidak ingin menyia-nyiakan momentum Cherki. Maresca memberi sinyal kuat akan menurunkan pemain timnas Prancis tersebut sejak menit awal menghadapi The Eagles.
“Dia akan menunjukkan kemampuannya lagi di London,” tegas Maresca.
Bouaddi Datang, Nico Gonzalez Pergi
Di balik ketajaman Cherki, Manchester City juga tengah melakukan pembenahan besar di lini tengah.
Maresca melakukan perubahan signifikan pada komposisi gelandangnya pada musim panas ini. Rodri dilepas ke Barcelona, sementara Tijjani Reijnders dan Nico Gonzalez juga meninggalkan Etihad.
Baca Juga: Waspada Batu Ginjal, Kurang Minum Air Putih Bukan Satu-satunya Penyebab, Ini Faktor Lainnya
Nico menjadi nama terakhir yang resmi hengkang. Gelandang tersebut bergabung dengan Newcastle United pada 27 Agustus dengan nilai transfer mencapai GBP 48 juta atau sekitar Rp1,15 triliun.
City kemudian mendatangkan gelandang muda Ayyoub Bouaddi sebagai salah satu investasi jangka panjang. Pemain berusia 18 tahun asal Maroko tersebut telah menandatangani kontrak hingga musim panas 2031.
Bouaddi mengaku sudah lama mengagumi gaya bermain City.
“Saya sudah lama mengikuti kiprah City dan saya menyukai gaya permainan mereka. City selalu berusaha menampilkan permainan sepak bola yang berkualitas. Klub ini juga dibangun untuk meraih kemenangan,” kata Bouaddi di laman resmi klub.
Namun, aktivitas City di bursa transfer belum berhenti. Mereka masih dikaitkan dengan gelandang Chelsea, Enzo Fernandez.
Jika transfer tersebut terealisasi, persaingan di lini tengah City akan semakin ketat. Bagi Cherki, kondisi tersebut justru menuntut konsistensi agar dirinya tetap menjadi pilihan utama dalam skema Maresca.
Palace Dihantam Eksodus
Crystal Palace menghadapi persoalan berbeda. The Eagles harus kehilangan sejumlah figur penting setelah musim lalu berhasil meraih Liga Konferensi Europa dan Community Shield.
Oliver Glasner meninggalkan kursi pelatih dan memilih menangani Nottingham Forest. Sementara itu, bek tengah Maxence Lacroix pindah ke Chelsea.
Kini, Ismaila Sarr juga disebut-sebut berpotensi mengikuti jejak mereka. Winger asal Senegal itu masih belum bergabung dalam latihan bersama tim sehingga memunculkan spekulasi mengenai masa depannya.
Baca Juga: Pemko Tebingtinggi Bidik Zero Stunting, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
Pelatih Palace Pierre Sage buru-buru meredam isu tersebut.
Menurutnya, Sarr tidak sedang melakukan aksi mogok latihan karena ingin meninggalkan klub. Pemain tersebut tengah mengalami persoalan kebugaran.
“Dia merasakan sakit pada pangkal paha. Dia menjalani latihan sendiri,” kata Sage seperti dikutip Goal.
Kondisi tersebut membuat Palace harus memastikan kedalaman skuad tetap terjaga ketika menghadapi City yang datang dengan kekuatan kreatif berbahaya.
Cherki Jadi Ancaman Utama
Pertandingan di Selhurst Park akan menjadi ujian penting bagi kedua tim.
City ingin menjaga momentum setelah kemenangan pada laga pembuka, sementara Palace berusaha menunjukkan bahwa mereka tetap mampu bersaing meski kehilangan beberapa pemain dan pelatih penting dari musim sebelumnya.
Sorotan terbesar tentu tertuju kepada Cherki.
Baca Juga: Pemkab Langkat Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Ribuan Aset Masih Belum Bersertifikat
Dua assist pada laga pembuka menjadi sinyal bahwa pemain 23 tahun tersebut siap mengambil peran lebih besar. Jika kembali tampil menentukan melawan Palace, bukan tidak mungkin jaraknya dengan catatan De Bruyne semakin pendek.
Cherki memang belum berada di level De Bruyne. Tetapi dengan kreativitas, usia, dan kesempatan yang terus terbuka, pengejaran itu sudah dimulai. Selhurst Park bisa menjadi panggung berikutnya. (jpg/han)
Perkiraan Pemain:
CRYSTAL PALACE (3-4-3): 1-Henderson (g) (c); 6Canvot, 26-Richards, 17Tomiyasu; 2-Munoz, 20Wharton, 18-Kamada, 3Mitchell; 11-McNeil, 14-Mateta, 10-Pino Pelatih: Pierre Sage
MANCHESTER CITY (4-2-3-1): 1-Donnarumma (g); 27-Nunes, 3-Ruben (c), 24-Gvardiol, 33O’Reilly; 5-Anderson, 6-Guehi; 47-Foden, 10-Cherki, 42Semenyo; 9-Haaland Pelatih: Enzo Maresca
Editor : Johan Panjaitan