Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Seribu Senyum Lebaran: AAIBS dan Ayah Yatim Indonesia Ajak Anak Yatim Belanja Penuh Martabat

Johan Panjaitan • Selasa, 17 Maret 2026 | 21:44 WIB

Yayasan Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara bersama Ayah Yatim Indonesia membawa anak yatim dan dhuafa belanja lebaran di Ramayana Teladan. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Yayasan Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara bersama Ayah Yatim Indonesia membawa anak yatim dan dhuafa belanja lebaran di Ramayana Teladan. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Ada yang berbeda di Ramayana Teladan pada Senin pagi (16/3/2026). Bukan sekadar hiruk-pikuk pusat perbelanjaan jelang Lebaran, melainkan deretan wajah-wajah penuh harap dari seribu anak yatim yang untuk sesaat merasakan hangatnya perhatian—bukan sebagai penerima belas kasih, tetapi sebagai anak-anak yang dimuliakan.

Yayasan Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara bersama Ayah Yatim Indonesia menggelar program belanja pakaian Lebaran bagi anak yatim dan dhuafa. Sejak pukul 08.00 WIB, kegiatan dimulai dengan doa bersama, menandai sebuah ikhtiar sederhana namun sarat makna: menghadirkan kebahagiaan yang layak bagi mereka yang kerap luput dari sorotan.

Tak lama berselang, sekitar pukul 09.00 WIB, anak-anak mulai menyusuri rak demi rak, memilih pakaian terbaik sesuai keinginan mereka. Di tangan mereka, voucher belanja menjadi simbol kebebasan memilih—sesuatu yang seringkali tak mereka miliki.

Baca Juga: Program Belanja Anak Yatim Masuk Tahun Kesembilan, GIS Tegaskan Komitmen Berbagi dengan Sesama

Direktur Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara, Muhammad Adyan Simanjuntak, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial musiman. Lebih dari itu, ini adalah upaya menanamkan nilai kepedulian sebagai bagian dari pendidikan karakter.

“Kami ingin menjadi penggerak. Apa yang kami lakukan hari ini diharapkan menginspirasi sekolah lain, khususnya lembaga pendidikan Islam dan pesantren, untuk lebih serius memperhatikan anak-anak yatim,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Founder Ayah Yatim Indonesia, Rizkil Asri. Ia menekankan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari komitmen berbagi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Sebanyak seribu anak yatim dari berbagai daerah di Sumatera Utara dilibatkan, dengan pembagian dua sesi guna menjaga kenyamanan. Sesi pertama diikuti 600 anak, sementara 400 lainnya berpartisipasi pada sesi berikutnya.

Setiap anak diberikan keleluasaan memilih pakaian sesuai kebutuhan, dengan batas maksimal belanja Rp200 ribu untuk tingkat sekolah dasar dan Rp300 ribu bagi siswa SMP hingga SMA. Angka itu mungkin sederhana, namun bagi mereka, itu adalah ruang untuk merasakan kebahagiaan yang setara.

Baca Juga: Jelang Libur Lebaran, Prudential Hadirkan Fasilitas Airport Lounge untuk Nasabah Prestige

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak, bersama para ustaz dan ustazah serta relawan yang turut memastikan kegiatan berjalan lancar hingga sore hari.

Lebih dari sekadar belanja, kegiatan ini adalah pernyataan sikap: bahwa kepedulian tidak harus selalu berbentuk santunan pasif. Ia bisa hadir dalam bentuk yang lebih bermartabat—memberi pilihan, menghadirkan keceriaan, dan memulihkan rasa percaya diri.

Di tengah riuhnya persiapan Lebaran, seribu anak yatim hari itu tidak hanya pulang membawa pakaian baru. Mereka membawa pulang sesuatu yang jauh lebih berharga—perasaan dihargai dan diingat.(rel/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ramayana #belanja #Sumatera Utaa #yatim