Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Operasi Keselamatan Toba Polres Binjai, Tingkat Kepatuhan Masyarakat Masih Minim

Admin SP • Selasa, 26 Maret 2024 | 16:41 WIB
IMBAU: Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Agus Ita Lestari Ginting (kanan) saat memberikan imbauan kepada pengendara dalam Operasi Keselamatan Toba. Satlantas Polres Binjai/Sumut Pos.
IMBAU: Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Agus Ita Lestari Ginting (kanan) saat memberikan imbauan kepada pengendara dalam Operasi Keselamatan Toba. Satlantas Polres Binjai/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO - Satuan Lalu Lintas Polres Binjai menggelar Operasi Keselamatan Toba yang dimulai sejak Rabu (13/3/2024) dan berakhir, Selasa (26/3/2024). Catatan Polres Binjai selama operasi berlangsung, tingkat kepatuhan masyarakat atau pengendara masih minim.


Tujuan utama dalam operasi ini untuk menekan atau menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Adapun fokus penindakannya adalah, tidak menggunakan helem, tidak menggunakan safety belt, melawan arus, menggunakan knalpot blong, mengemudi dalam keadaan mengantuk dan menggunakan ponsel hingga melebihi batas kecepatan.


Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Agus Ita Lestari Ginting menjelaskan, pihaknya sudah mengeluarkan 335 surat tilang manual dalam Operasi Keselamatan Toba hingga Minggu (24/3/2024) kemarin. Selain itu, sebanyak 835 pengendara juga diberikan teguran.


"Data per 24 Maret 2024, ada 7 kasus kecelakaan lalu lintas dan mengakibatkan 7 orang mengalami luka ringan," kata polisi wanita dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya ini.

Perwira pertama (pama) yang akrab disapa Ita ini menyebut, pihaknya masih menemukan masyarakat atau pengendara di Kota Binjai yang tidak tertib berlalu lintas selama Operasi Keselamatan Toba 2024 berlangsung. "Masih banyak sekali kami temukan kurangnya tingkat kesadaran masyarakat, khususnya di Kota Binjai untuk tertib berlalu lintas. Ini menjadi tantangan bagi kami juga dalam hal menurunkan angka kecelakaan lalu lintas," kata dia.

Disoal persentase pengendara yang patuh berlalu lintas, menurut Ita, masih minim. Karenanya, hal tersebut akan menjadi pekerjaan rumah Satlantas Polres Binjai untuk berbenah kedepannya.

"Persentase masyarakat tertib berlalu lintas masih sangat minim sekali. Hal ini dibuktikan pada saat sore ataupun malam, sangat hampir sebagian besar masyarakat tidak ada yang menggunakan helem," ujar mantan Kasat Lantas Polres Tanah Karo ini.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, tertib dan taat berlalu lintas itu adalah untuk keselamatan para pengendara di jalan raya. Jadi tertib di jalan bukan karena untuk supaya tidak ditilang, tetapi agar anda selamat sampai tujuan," pungkasnya. (ted/han)

Editor : Redaksi
#Operasi Keselamatan Toba