TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi melalui Bagian Perekonomian dan SDA (Sumber Daya Alam) Setdako menggelar rapat Satgas (Satuan Tugas) Ketahanan Pangan Kota Tebingtinggi Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako, Nasrullah mengatakan bahwa rapat ini merupakan evaluasi rutin terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan Desember 2024 yang lalu dan di bulan ini, Januari 2025, serta upaya langkah yang akan dilakukan dalam rangka mengendalikan inflasi, khususnya di Kota Tebingtinggi.
Ungkap Nasrullah, kegiatan ini sebagai upaya pengendalian inflasi, antara lain, mewaspadai kenaikan harga terutama pada komoditas bawang merah dan bawang putih dengan mengintensifkan langkah-langkah kongkrit dalam pengendalian inflasi di daerah, mengintensifkan gerakan menanam dengan mengoptimalisasi lahan yang tersedia dan melakukan kerja sama dengan daerah guna memenuhi stok pangan di masing masing daerah.
"Kita harus lebih proaktif dalam melakukan langkah-langkah kongkrit pengendalian inflasi daerah berbasis data dengan koordinasi dengan Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia setempat, memerintahkan Inspektur Daerah masing-masing untuk menyampaikan laporan harian pengendalian inflasi melalui tautan http://awasinflasi.kemendagri.go.id," jelas Nasrullah usai rapat, Jumat (24/1).
Sambung Nasrullah, juga perlu memperhatikan kualitas laporan harian sesuai dengan panduan pengisian laporan harian monitoring pengendalian inflasi oleh Pemerintah Daerah.
“Kami berharap koordinasi dari kita semua. Kita bersinergi, tetap kompak, agar ini dapat berjalan dengan baik,” tutup Nasrullah.
Sementara, Dimpuan Dias Lasnaro selaku Sekretaris Dinas Ketapang dan Pertanian melaporkan upaya yang dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi, yakni melaksanakan rapat koordinasi posko ketahanan pangan bersama perwakilan perum Bulog kantor cabang Medan, Koramil 13 Tebingtinggi beserta Babinsa se Kota Tebingtinggi, penyuluh pertanian dan gabungan kelompok tani untuk mendukung swasembada pangan program kerja Presiden RI.
"Kemudian melaksanakan Gerakan Pangan Murah mulai dari tanggal 20 sampai dengan 24 Januari 2025 serta dukungan terhadap program nasional melalui penyaluran pemberian bantuan pangan tahun 2025 berupa beras 10 kilogram perbulan," katanya.
Dikatakan Dias Lasnaro, bahwa Satgas Ketahanan Pangan Kota Tebingtinggi secara rutin tetap melakukan pemantauan dan pelaporan stok dan ketersediaan serta harga bahan pangan pokok strategis pada kilang padi, grosir, toko sembako, toko retail, minimarket, pasar tradisional dan di tingkat petani pada saat panen guna memastikan bahan pangan pokok strategis tersedia dengan jumlah yang cukup, terjangkau dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, melakukan pengawasan dan pemantauan harga bahan pangan pokok penting serta menjaga adanya penimbunan bahan pokok penting.
“Serta memantau kelancaran distribusi pangan dari kantong produsen, distributor sampai ke pasar agar dapat dijangkau oleh para konsumen,” urainya.
Sementara itu, Hermanto Hutagalung mewakili Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tebingtinggi menyampaikan rata-rata harga kebutuhan barang pokok di bulan Desember 2024, antara lain beras IR 62 diharga Rp 13.710 Kg, gula pasir Rp 17.162 Kg, minyak goreng Minyakita Rp 16.590 liter, daging sapi murni Rp 129.952 Kg, daging ayam broiler Rp 26.138 Kg, cabai merah keriting Rp 33.295 Kg, cabai rawit hijau Rp 42.962 Kg, bawang merah import Rp 25.247 Kg, bawang merah lokal Rp 34.314 Kg dan bawang putih Rp 41.810 Kg.
"Data inflasi di Kota Tebingtinggi, berdasarkan BPS Kota Tebingtinggi, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tebingtinggi mengikuti IHK Kota Pematang Siantar. Pada bulan Desember 2024, tingkat inflasi Kota Pematang Siantar bulan ke bulan (m to m) sebesar 0,46 persen sementara inflasi tahun ke tahun (y to y) sebesar 2,86 persen," paparnya. (ian)
Editor : Redaksi