Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Joko Sulistiono Pimpin GP Ansor Sergai 2025–2029, Siap Membumikan Gerakan Melalui Kaderisasi Terstruktur

Johan Panjaitan • Senin, 19 Mei 2025 | 12:25 WIB
TERPILIH: Ketua terpilih GP Ansor Sergai periode 2025–2029, Joko Sulistiono, menerima amanah kepemimpinan dari Suhar Endang Wibowo. (FADLY/SUMUT POS)
TERPILIH: Ketua terpilih GP Ansor Sergai periode 2025–2029, Joko Sulistiono, menerima amanah kepemimpinan dari Suhar Endang Wibowo. (FADLY/SUMUT POS)


SERGAI-Joko Sulistiono resmi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Serdangbedagai untuk periode 2025–2029, dalam Konferensi Cabang yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Sergai, Sei Rampah, Sabtu (17/5/2025) sore.

Dalam pidato perdananya, Joko menegaskan komitmennya untuk membumikan semangat dan nilai-nilai Ansor di setiap pelosok Tanah Betuah, Negeri Beradat. Ia menyampaikan, bahwa kunci utama penguatan organisasi adalah kaderisasi.

"Gerakan ini harus dibangun dari dasar. Kaderisasi adalah harga mati. Kita tidak merekrut untuk ramai-ramai, tapi untuk membangun kekuatan ideologis dan sosial. Melalui pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan, kita akan lahirkan kader militan yang siap berdiri di barisan depan perjuangan," tegasnya.

Adapun yan menjadi Visi dan Misi-nya adalah:
Mewujudkan GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang aktif, militan, dan berintegritas dalam menjaga nilai agama, bangsa, dan budaya lokal. Melaksanakan kaderisasi secara terstruktur melalui PKD dan pelatihan keorganisasian lainnya.

Kemudian, membumikan nilai-nilai ke-Ansor-an hingga ke desa-desa dan komunitas pemuda. Menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial, keagamaan, dan kepemudaan, Menjaga tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah, Membangun solidaritas dan loyalitas kader sebagai fondasi kekuatan organisasi.

Kepemimpinan Joko Sulistiono diharapkan membawa angin segar bagi GP Ansor Sergai. Dengan pengalaman, semangat muda, dan pemahaman ideologis yang kuat, ia dipercaya mampu mendorong lahirnya kader-kader yang tak hanya paham struktur organisasi, tetapi juga siap tampil sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

"Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Ansor harus menjadi pelaku, menjadi solusi, dan menjadi cahaya di tengah tantangan," tutup Joko dalam pidatonya.

Konfercab ini bukan hanya seremonial pergantian pucuk pimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi untuk menghidupkan kembali ruh perjuangan GP Ansor sebagai garda muda Nahdlatul Ulama di Serdang Bedagai. (fad/han)

 

Editor : Johan Panjaitan
#serdangbedagai #ansor #Gerakan Pemuda