DAIRI, Sumutpos.jawapos.com– Pemerintah Kabupaten Dairi hampir dipastikan akan menjadi tuan rumah berdirinya Sekolah Rakyat (SR). Progres pendirian sekolah ini sudah mencapai 95 persen, hanya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Menteri Sosial Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi, Agel Siregar, saat ditemui wartawan usai mengikuti peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Stadion Panji, Sitinjo, Minggu (17/8/2025).
“Sudah tiga kali tim dari Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR turun langsung ke lapangan untuk survei lokasi. Lahan sudah siap, tinggal menunggu SK dari Kemensos,” kata Agel.
Agel menjelaskan bahwa lokasi pembangunan Sekolah Rakyat berada di dalam kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Sitinjo. Pemkab Dairi telah menyediakan lahan seluas lebih dari 5 hektare, memenuhi salah satu syarat utama dari Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR, yakni tersedianya lahan dan pematangan lokasi.
Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), terdapat sekitar 24.000 calon siswa potensial yang masuk kriteria untuk mengikuti seleksi Sekolah Rakyat. Dari jumlah tersebut, hanya 1.000 orang yang akan diterima sebagai siswa angkatan pertama.
“Siswa yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Pendidikan akan setara dengan tingkat SD dan SMP, dan mereka akan tinggal di asrama,” ungkap Agel.
Pendirian SR ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027. Untuk mendukung operasional sekolah, pemerintah akan merekrut sekitar 70 tenaga pendidik, serta sejumlah tenaga penunjang lainnya.
Agel menambahkan, pendirian Sekolah Rakyat ini merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, serta menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan