STABAT, Sumutpos.jawapos.com-Masyarakat sebagai pelanggan yang bermukim di Kecamatan Stabat, Langkat, mengeluhkan kondisi air keruh yang dialiri dari PDAM Tirtawampu. Tak diketahui pasti sebab kondisi air keruh tersebut.
Masyarakat yang berdomisili di Desa Pantai Gemi, Stabat itu juga mengirimkan dokumentasi video kondisi air yang dialiri PDAM Tirtawampu. "Kondisi air keruh tidak setiap waktu. Hanya pagi dan kadang menjelang sore," kata Zulham, warga yang menikmati aliran air keruh dari PDAM Tirtawampu tersebut, Selasa (9/9/2025).
Namun, waktu air yang keruh disebut adalah aktivitas padat. Artinya pagi disibukkan dengan persiapan berangkat kerja dan lainnya.
Sementara sore juga waktu yang padat aktivitas. "Pagi dan sore itu saat orang beraktivitas di kamar. Dan kondisi ini sejak satu bulan terakhir," sambungnya.
Setiap bulannya, dia mendapat tagihan air dari PDAM Tirtawampu kurang lebih Rp150 ribu. Persoalan ini, kata dia, juga sudah dilaporkan ke PDAM Tirtawampu.
"Sudah kita coba lapor beberapa bulan lalu. Namun, air selalu kembali keruh," bebernya.
"Responnya meminta sabar karena lagi ada perbaikan di pompa," sambungnya.
Kondisi air keruh itu, dia mengamini, aktivitas menjadi terganggu. Dia menambahkan, air keruh yang mengalir ke rumah pelanggan saat waktu tertentu.
"Tapi dalam satu hari, pasti ada keruhnya. Sayang, air terbuang gak bisa digunakan. Dalam 1 hari, ada nanti air keruhnya, capek bersihkan bak saja jadinya," ujarnya.
Sementara, Direktur PDAM Tirtawampu, Herman Sukendar ketika dikonfirmasi tidak menjawab alasan dan sebab kondisi air keruh yang mengalir ke rumah pelanggan. Dia juga menantang pelapor atau pelanggan yang mengeluhkan kondisi air keruh itu untuk melaporkan langsung kepadanya.
"Sampaikan saja pelapornya untuk menjumpai saya langsung, biar saya turun langsung ke lapangan untuk cek kondisi. Kalau beliau (pelapor) enggan ke kantor, kirimkan saja struk pembayaran terakhirnya, biar dicek ke lapangan. Kasihkan saja nomor saya ini ke pelanggannya," tandasnya. (ted)
Editor : Johan Panjaitan