SIANTAR, Sumutpos.jawapos.com-Wali Kota Pematangsiantar, H Wesly Silalahi, menyampaikan Nota Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Nota Keuangan R-APBD Kota Pematangsiantar Tahun Anggaran 2026. Penyampaian nota tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna di Gedung Harungguan DPRD Kota Pematangsiantar, Kamis (20/11/2025) malam.
Dalam sambutannya, Wesly menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas beragam masukan, kritik, serta saran yang dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas pemerintahan dan pembangunan daerah.
"Hal ini mencerminkan komitmen dan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Kreatif, dan Selaras," ujar Wesly.
Jawaban atas Masukan Fraksi: Efisiensi & Strategi Pasca Pemotongan Dana
Menanggapi pertanyaan fraksi terkait pemotongan dana transfer pusat sebesar Rp190 miliar, Wesly menegaskan bahwa Pemkot mengambil kebijakan efisiensi, penghematan anggaran, serta mencari sumber pendanaan alternatif. Pemerintah juga memastikan bahwa prioritas anggaran tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Ia menyebut seluruh pejabat yang baru dilantik akan segera menyiapkan strategi kerja sesuai tugas masing-masing dalam mendukung pencapaian target RPJMD 2025–2029.
Penanganan Pasar Horas: Kios Sementara Siap Dibangun
Terkait pembongkaran Gedung IV Pasar Horas, Wesly menegaskan bahwa pemerintah akan membangun kios sementara untuk pedagang. Langkah ini dilakukan guna mengurangi ketidakpastian bagi pelaku ekonomi yang terdampak bencana.
Untuk pembangunan gedung permanen, Pemkot akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan pemerintah pusat guna mencari skema pembiayaan.
Stadion Sang Naualuh Dibangun Bertahap hingga 2029
Wesly turut menjelaskan bahwa pembangunan Stadion Sang Naualuh akan dilakukan secara bertahap sesuai amanat Perda Nomor 2 Tahun 2025 tentang RPJMD Pematangsiantar 2025–2029.
APBD 2026 Fokus Pelayanan Publik dan Prioritas Infrastruktur
Dalam penyusunan Ranperda APBD 2026, Pemkot menekankan peningkatan kualitas layanan publik sebagai prioritas utama. Namun untuk pembangunan infrastruktur, penentuan skala prioritas harus dilakukan secara selektif akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).
Penguatan UMKM: Koperasi Merah Putih Jadi Wadah Baru
Menjawab pandangan fraksi terkait UMKM, Wesly menyebut Pemkot memfasilitasi berdirinya Koperasi Merah Putih untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan produksi dan pemasaran, sekaligus mendukung program nasional pemberdayaan ekonomi rakyat.
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Timbul Marganda Lingga SH, didampingi Wakil Ketua Daud Simanjuntak MM dan Frengki Boy Saragih ST. Turut hadir Sekda Junaedi Antonius Sitanggang, anggota DPRD, asisten, staf ahli, pimpinan OPD, dan camat.(pra/han)
Editor : Johan Panjaitan