SERGAI, Sumutpos.jawpos.com-Penemuan kerangka manusia di dalam batang pohon aren tua di Dusun I Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, kini memasuki babak baru. Setelah hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut memastikan identitas korban sebagai M. Yudha Prawira (26), pihak keluarga semakin yakin bahwa kematian Yudha bukanlah insiden biasa, melainkan kuat mengarah pada tindak pidana pembunuhan.
Identitas korban diumumkan dalam konferensi pers di Mapolres Serdang Bedagai, Rabu (19/11/2025). Kapolres Sergai AKBP Jhon Herry Rakuta Sitepu melalui Kasat Reskrim menyampaikan bahwa kecocokan DNA menjadi dasar utama penetapan identitas.
“Dari hasil Labfor, kerangka itu dipastikan milik saudara M. Yudha Prawira. Data DNA dan temuan lapangan menunjukkan kecocokan,” ujar Kasat Reskrim.
Selain kerangka, sejumlah barang bukti ditemukan di lokasi, termasuk pakaian, celana, gelang besi, mancis, dan telepon genggam. Namun ponsel tersebut rusak total sehingga tidak dapat diperiksa secara digital forensik.
Keluarga Yakin Ada Unsur Kriminal
Penasihat hukum keluarga, Adian Hariman Siregar, SH, dan Yanti Verawati Situmorang, menegaskan bahwa temuan kerangka ini kembali menguatkan dugaan adanya kaitan dengan peredaran narkoba di wilayah tersebut—hal yang sebelumnya pernah menyeret pergaulan Yudha.
“Kami berharap penyebab kematian korban segera terungkap—apakah karena pembunuhan atau sebab lain. Keluarga butuh kepastian hukum,” tegas Adian.
Ia menambahkan bahwa meski kondisi jasad yang telah menjadi tulang menyulitkan pembuktian tanda kekerasan, keluarga meyakini kematian Yudha tidak wajar.
“Meski belum tampak tanda kekerasan, kami menduga kuat ini berkaitan dengan jaringan narkoba di desa itu. Kami harap kepolisian bersama BNN Provinsi mengungkap jaringan tersebut,” ujarnya.
Dugaan ini diperkuat kesaksian sejumlah warga yang menyebut Yudha dekat dengan beberapa orang yang diduga terlibat peredaran narkoba.
Keluarga Bantah Tidak Mencari: ‘Kami Sudah Berusaha ke Mana-Mana’
Adian juga membantah anggapan bahwa keluarga membiarkan kehilangan Yudha selama dua tahun tanpa upaya pencarian.
“Keluarga sudah berusaha ke mana-mana, bahkan sampai ke orang pintar, bertanya ke teman-teman, memposting pencarian di Facebook—semua sudah dilakukan,” katanya.
Ibu korban, Amaliya, mengisahkan pertemuan terakhirnya dengan Yudha pada 18 Agustus 2023. Saat itu, Yudha mengaku ingin merantau, namun ia juga menyadari anaknya kerap bergaul di lingkungan yang tidak baik.
“Dia bilang mau merantau. Tapi saya tahu dia sering ke tempat yang diduga tempat peredaran narkoba. Itu terakhir kali saya lihat dia,” ujar Amaliya dengan suara bergetar.
Ia juga mengaku sering menasihati anaknya agar menjauhi pergaulan yang dapat merusak nama baik keluarga.
Penyidik Masih Berhati-Hati: ‘Sabar ya bang’
Saat dimintai konfirmasi lanjutan tentang perkembangan penyelidikan, Kasat Reskrim Polres Sergai IPTU B. Situngkir mengarahkan agar pertanyaan ditujukan kepada KBO Satreskrim IPTU Qory Siregar, sebagai penyidik utama kasus tersebut.
Namun IPTU Qory hanya menjawab singkat:
“Sabar ya bang.”
Jawaban ini mengisyaratkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung intens dan data pendukung masih dikumpulkan sebelum pihak kepolisian memberikan keterangan resmi.
Penemuan Kerangka Menghebohkan Warga
Kerangka Yudha pertama kali ditemukan warga saat batang pohon aren tua pecah di kebun. Susunan tulang yang masih lengkap dengan pakaian lapuk membuat warga sontak geger dan melapor ke polisi.
Hingga kini, masyarakat menunggu langkah tegas Polres Serdang Bedagai untuk mengungkap penyebab pasti kematian Yudha Prawira. Dugaan pembunuhan masih terbuka lebar, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang berkaitan dengan jaringan narkoba.
Kasus ini bukan hanya tentang misteri kematian, tetapi juga membuka kembali potret kelam persoalan narkoba di desa tersebut—yang kini mendapat sorotan lebih tajam dari keluarga, masyarakat, serta penegak hukum.(fad/han)
Editor : Johan Panjaitan