Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Cuaca Ekstrem, Jalinsum Medan-Aceh di Langkat Tergenang hingga Pohon Tumbang

Johan Panjaitan • Rabu, 26 November 2025 | 22:07 WIB

 

Jalinsum Medan-Aceh di Kelurahan Tangkahan Durian, Brandanbarat terendam banjir akibat Sungai Tualang meluap. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Jalinsum Medan-Aceh di Kelurahan Tangkahan Durian, Brandanbarat terendam banjir akibat Sungai Tualang meluap. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Sumatera Utara mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat terdampak. Mulai dari Jalan Lintas Sumatera terendam hingga pohon tumbang yang di wilayah Teluk Aru Kabupaten Langkat.

Adapun wilayah Teluk Aru dimaksud meliputi Gebang, Brandanbarat, Sei Lepan, Pangkalansusu hingga ke perbatasan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Wilayah yang paling terdampak ada di Kecamatan Besitang dan Brandanbarat.

Air yang menggenangi dan merendam Jalinsum Medan-Aceh akibat dari luapan Sungai Tualang. Namun begitu, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Langkat terkait jumlah kepala keluarga dan fasilitas umum yang terdampak imbas dari cuaca buruk tersebut.

"Saat ini semua tim termasuk BPBD, masih bekerja di lapangan untuk mendata masyarakat yang terdampak. Pasti akan segera kami sampaikan," ujar Kepala Diskominfo Langkat, Wahyudiharto, Rabu (26/11/2025).

Sementara, Camat Brandanbarat, Fathan Nur menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak 3 hari belakangan berdampak ke 5 desa atau kelurahan. Adalah, Desa Lubuk Kasih, Sei Tualang, Pangkalan Batu dan Kelurahan Tangkahan Durian, serta Kelurahan Brandan Timur.

Dia juga menyebut, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Tualang. "Banjir paling parah terjadi di Desa Sei Tualang. Dari laporan perangkat desanya, tiga rumah hanyut tersapu banjir. Dua rumah di Dusun I dan satu rumah di Dusun 4," ujar Fathan.

Untuk Desa Sei Tualang ketinggian air banjir mencapai 1 meter lebih dan arus banjir yang deras. "Kami pun tak bisa masuk ke desa tersebut, karena akses jalan ke desa itu terendam banjir satu meter lebih," kata Fathan.

Menurut Fathan, sejumlah warganya telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. "Untuk korban jiwa belum ada. Namun jumlah rumah yang terendam banjir mencapai ratusan unit," kata Fathan.

 Pohon Tumbang di Jalinsum

Pohon akasia dilaporkan tumbang hingga menutup badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Aceh yang berdampak mengganggu arus lalulintas. Peristiwa itu terjadi di Jalinsum Medan-Aceh persisnya di Dusun II Securai Pasar, Desa Securai Utara, Babalan, Langkat.

"Personel melakukan sejumlah langkah cepat di lapangan, antara lain menebang bagian pohon dengan chainsaw dan menyingkirkan material ke tepi jalan bersama masyarakat," ujar Kapolsek Pangkalanbrandan, AKP Amrizal Hasibuan.

"Menempatkan personel unit lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan, menggandeng petugas PLN terkait potensi gangguan jaringan, memasang rambu-rambu lalu lintas sebagai peringatan kepada pengguna jalan," sambungnya.

Baca Juga: BNPB–BPBD Diminta Lebih Sigap, Amos Simanjuntak Desak Pemerintah Prioritaskan Penanganan Bencana di Sibolga–Tapteng

Pohon Akasia yang tumbang itu, kata Amrizal, merupakan tanda batas dengan diameter sekitar setara satu tiang listrik. Kata dia, kejadian ini juga mengganggu jaringan instalasi milik PT Telkom.

"Saat ini proses evakuasi telah selesai, dan arus lalu lintas berangsur normal kembali, tidak ada korban luka dan korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Amrizal.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas terutama pada kondisi cuaca hujan disertai angin kencang. Segera laporkan kepada aparat kepolisian jika menemukan adanya potensi bahaya di jalan raya atau melalui Commandcenter 110 agar dapat ditangani dengan cepat," tambahnya. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#jalinsum #medan #kabupaten langkat #aceh #cuaca ekstrem