LABUHANBATU, SUMUT POS- Sebanyak enam warga Kota Rantauprapat dikabarkan menjadi korban tanah longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, Selasa (25/11/2025).
Enam orang diantaranya, merupakan satu keluarga yang berdomisili di Jalan Multatuli Binaraga, Rantau Utara, Labuhanbatu. Yakni, Amelia Azhari Lubis (11), Nurjannah (36), Nurasiah (45), Uswatun Hasanah (67) dan Sumiati (63). Sedangkan seorang lainnya Opung Nerla Simanjuntak warga Kampung Tempel Rantauprapat.
Informasi yang dihimpun, para korban sejak awal berangkat dari Rantauprapat, Senin malam (24/11/2025) menuju kota Medan. Tujuannya, untuk melakukan Chek up di salah satu RS di kota Medan untuk pemeriksaan kesehatan korban Sumiati.
"Mereka ke Medan naik mobil yang dirental. Untuk berobat," ungkap Yendrik Lubis (37) yang merupakan mantan suami Nurjannah dan juga ayah kandung Amelia Azhari Lubis.
Tapi, sesudah dari Medan para korban bersama supir Acong memilih berliburan ke kawasan Tapanuli Utara, dan memilih melintasi jalan lintas barat Sumut.
"Ga langsung pulang ke Rantauprapat, mereka liburan," beberapa Yendrik.
Namun, saat di kawasan Desa Sibalanga, para korban beristirahat di salah satu rumah warga lokal. Sedangkan sopir dan mobil berada di seberang jalan.
Tina- tiba, kejadian naas itu terjadi, yaitu tanah perbukitan di belakang rumah warga longsor, dan menimbun seisi rumah.
"Sedangkan sopir dan mobil selamat. Dan sopir mengabari kejadian ke kami," paparnya.
Yendrik tak menyangka peristiwa itu membuka lembar kesedihan baginya. Sebab, semenjak pisah cerai hidup dengan korban Sumiati, dia masih sering menjenguk anak putri buah hatinya, Amelia.
Hingga sebelum peristiwa terjadi, Yendrik merasa rindu yang sangat besar kepada anaknya. Sebab, sudah beberapa hari tak ketemu.
"Karena beberapa hari menjaga mamak Saya sakit di rumah sakit, jadi tak ketemu dengan Amelia," ungkapnya.
Hingga pada Selasa kemaren, dia buru-buru menemui anaknya. Dia menduga Amelia sudah pulang sekolah dari SD Negeri 4 Rantau Utara.
"Karena saat itu hari guru, jadi lebih cepat pulang dari sekolah. Tapi ternyata sejak Senin malam mereka sudah berangkat ke Medan," imbuhnya.
Yendrik sendiri mengaku tidak punya firasat buruk dengan peristiwa menyedihkan tersebut. Hingga pada akhirnya, warga mengabarkan padanya yang menerima informasi dari supir Acong.
"Ga ada firasat apa-apa. Hanya kerinduan kepada anak saja. Sampai mendapat kabar malang dari warga," ungkapnya.
Pantauan di rumah duka, sejumlah warga tampak mendatangi rumah bercat dinding hijau muda di jalan Multatuli Rantauprapat itu. Sembari menunggu informasi terkini dari lokasi kejadian, beberapa diantaranya ikut membersihkan dan menyapu lantai. Di sana, tinggal seorang pria yang merupakan suami baru almarhumah Nurjanah. (fdh/ram)
Editor : Juli Rambe