SUMUT POS- Bencana alam berupa tanah longsor di dua kecamatan Adiankoting dan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara meninggalkan duka. Setidaknya, sebanyaj 15 orang meninggal dunia, dan 36 orang dikabarkan hilang.
Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak melalui Kepala Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing, Jumat (28/11/2025) merinci data korban meninggal dunia di Kecamatan Adiankoting sebanyak 11 Orang dan di Kecamatan Parmonangan sebanyak empat orang.
"Kemudian untuk korban hilang di kecamatan Adiankoting sebanyak 28 orang dan di kecamatan Parmonangan sebanyak delapan orang," ungkap Walpon.
Berikut update Perkembangan jumlah korban meninggal dunia dan korban hilang pada saat terjadinya Bencana Alam di Wilayah Kab. Tapanuli Utara, Sejak Senin 24 November hingga Jumat 28 November 2025.
Meninggal dunia di Kecamatan Adiankoting, Rabu (26/11/2025) sekira pukul 02.00 wib dinihari rumah tertimbun longsor mengakibatkan rumah warga rusak dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Yaitu, Bangun Sitompul (53) Warga Adiankoting Jae dan Rey Bastian Sitompul balita usia 1 tahun.
Sedangkan, Kamis (27/11/2025) sekira pukul 13.00 Wib telah dievakuasi mayat akibat longsor di Desa Sibalanga Kecamatan Adiankoting, atas nama:
- Aksel Hutagalung, balita 6 bulan warga Desa Pagaran Pisang, Adiankoting, Taput.
- Cantika sitompul (11)
- Nurmaida hutagalung (64)
- Tasya sitompul (8)
- Yeslin Br. Sitompul (2)
- Ucok Sitompul, balita 4 bulan
- Tiomina Simamora (54)
- Jones Sitompul (32), Alamat Desa Sibalangga
- Mr. X
Sedangkan data korban Bencana Tanah Longsor Dusun Simarsalaon Desa Pertengahan Kecamatan Parmonangan Yang ditemukan meninggal dunia dan sudah dikebumikan :
1. Santiur br Marbun
2. Reza Manalu (anak dari Bungkirno dan Lasbutet)
Korban Bencana Alam yang telah ditemukan dan dalam keadaan meninggal dunia di Desa Hutatua, PT. Partogi Hidro Energy akibat tertimbun longsor
1. Farida (40) Pekerjaan: Juru Masak PT Tamaris, warga Kota Tebingtinggi
2. Gedeon Manalu (25) Pekerjaan: Operator PT Tamaris, warga Desa Manalu Dolok, Parmonangan
Sedangkan data untuk korban yang belum ditemukan dan masih hilang di Kecamatan Adiankoting yakni Lokasi pertama di Desa Sibalanga Kecamatan Adiankoting Korban antara lain:
1. Nerla Simanjuntak (52) warga Rantauprapat
2. Sumiati (52) warga Rantauprapat
3. Nur (40) warga Rantauprapat
4. Ayu (35) warga Rantauprapat
5. Amel, (10) warga Rantauprapat
6. Nenek (60) warga Rantauprapat
7. Joksan Hutabarat (55) warga Desa Sibalanga
8. Indri Laura Hutabarat (14) pelajar.
Lokasi Kedua di Desa Sibalanga Kecamatan Adiankoting Korban antara lain:
1. Seri Hutagalung (60) petani warga Desa Sibalanga
2. Anak bayi, 6 bulan, warga Desa Sibalanga (diduga berada di rumah saat kejadian sesuai informasi) warga/saksi pelapor Bernat Hutabarat). Sampai sekarang belum bisa dievakusi, masih tertimbun longsor tanah dan batu.
Lokasi Ketiga di Desa Sibalanga Kec. Adiankoting, Korban antara lain :
1. Gusmeri
2. Erni Soer br Panggabean
3. Nita Ayu
4. Yola
5. Arkana Prasaja (1,5)
6. Yani
Adapun korban Yang Belum Dievakuasi di Desa Pagaran Lambung I sebagai berikut :
1. Raden Sihombing (Pagaran Lambung I)
2. Herbin Hutabarat (Tapteng)
3. Tanpa identitas (pekerja Kepala Desa Pagaran Lambung I )
4. Rameiyani Putri Sembiring, (dusun Parsikkaman Desa Pagaran Lambung I)
5. Bayi, 8 Bulan
6. Ahmad Affandi Sitompul
7. Pandi Royanto Siregar
8. Rido Silaban
9. Martuntun Situmorang
10. Yuni Manik
11. Roni Damanik
12. Bergiat Tarigan
Sementara data-data warga Dusun Simarsalaon Desa Pertengahan Kecamatan Parmonangan sebagai berikut:
1. Bungkirno Manalu (30)
2. Lasbutet Sinaga Istrinya Bungkirno (identitas belum dapat diketahui), usia 28 tahun
3. Marni Br. Simanullang
4. Anaknya Bungkirno Manalu (Nama Belum diketahui (3 Thn)
5. Anaknya Bungkirno Manalu (Nama Belum Diketahui, Usia (1,5 Tahun)
Data di Desa Hutatua, PT. Partogi Hidro Energy tertimbun longsor, dan info sementara ada 5 orang pegawai yang belum ketemu sampai saat ini:
1. Wilviton Huta Soit (30), Pekerjaan: Operator PT Tamaris, warga Desa Huta Tua, Parmonangan.
2. Sahat Manalu (40) tahun, Pekerjaan: Teknisi PT Tamaris, warga Desa Huta Tua, Parmonangan.
3. Togu Manalu (26) tahun, Pekerjaan: Teknisi PT Tamaris warga Desa Huta Tua, Parmonangan
Bencana alam di Kabupaten Tapanuli Utara diakibatkan oleh curah Hujan yang tinggi dimulai sejak Senin (24/11/ 2025) hingga Jumat (28/11/2025).
Saat ini akses Tarutung menuju Desa Sibalanga sudah dapat dilalui kendaraan R4 dan R2. Dan untuk menuju Kota Sibolga dari Desa Sibalanga sekitar ± 23 KM. Sampai saat ini masih ada 17 titik yang dikategorikan rawan dari titik menuju ke Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Tidak menutup kemungkinan ditemukan korban meninggal dunia diluar dari data orang hilang. (fdh/ram)
Editor : Juli Rambe