Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Banjir Langkat 2025 Lebih Parah dari 2006, Dinilai Layak Tetapkan Status Bencana Nasional

Johan Panjaitan • Senin, 1 Desember 2025 | 21:14 WIB
Banjir masih menggenangi sejumlah gang maupun jalan pada Kelurahan Alur Dua, Sei Lepan, Langkat. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Banjir masih menggenangi sejumlah gang maupun jalan pada Kelurahan Alur Dua, Sei Lepan, Langkat. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

STABAT, Sumutpos.jawapos.com-Banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat pada akhir November 2025 mulai menimbulkan desakan agar pemerintah menetapkannya sebagai bencana nasional. Pasalnya, intensitas dan dampaknya dinilai jauh lebih parah dibandingkan banjir besar tahun 2006 yang selama ini disebut sebagai yang terburuk.

Heri Wijaya (55), warga Kecamatan Sei Lepan, menyatakan bahwa banjir kali ini melampaui apa pun yang pernah terjadi di Teluk Aru.

Laporan resmi BPBD Langkat per 30 November 2025 mencatat 11 orang meninggal dunia dan 122.527 kepala keluarga terdampak banjir di 16 kecamatan. Angka ini menjadikan banjir 2025 sebagai salah satu bencana hidrometeorologi terbesar dalam sejarah Langkat.

Selama enam hari, air merendam rumah Heri dan ribuan warga lainnya. Ia menceritakan puncak musibah terjadi pada hari keempat, ketika hujan ekstrem disusul jebolnya bendungan di Paya Mala.


“Air datang sangat cepat dari Sungai Pelawi. Rumah saya hampir tiga meter terendam, mendekati seng,” ungkapnya.

Ketinggian air yang mencapai tiga meter membuat warga panik. Banyak di antaranya mengungsi ke masjid, kantor lurah, dan kantor kecamatan demi menyelamatkan diri.

Kini, meski debit air mulai surut hingga sepinggang orang dewasa, kehidupan warga masih jauh dari normal.

Selain merendam permukiman, banjir turut menewaskan ternak milik warga. Sedikitnya 20 ekor kambing dan 5 ekor lembu dilaporkan mati terseret banjir.

Di sisi lain, meski sejumlah ruas utama seperti Jalan Lintas Sumatera Medan–Aceh dan Tol Binjai–Langsa sudah kembali normal, warga di daerah terdampak masih menghadapi krisis air bersih, listrik padam, serta akses jalan lingkungan yang terendam.

Banjir memang mulai surut, namun puluhan ribu warga Langkat masih hidup dalam kondisi darurat. Dengan skala kerusakan yang luas, korban jiwa, serta dampak sosial-ekonomi yang signifikan, desakan agar pemerintah menetapkan status bencana nasional semakin menguat.

Editor : Johan Panjaitan
#kabupaten langkat #banjir #bencana