STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Bencana banjir yang melanda Kabupaten Langkat berdampak terhadap fasilitas kesehatan. Dalam laporan Dinas Kesehatan Langkat, ada 7 rumah sakit di Langkat, dengan kondisi 1 Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungpura mengalami rusak berat dan 1 rumah sakit mengalami rusak ringan. Selain itu, ada 23 puskesmas terdampak banjir di Langkat dengan kondisi 15 rusak ringan dan 4 rusak berat.
Kemudian puskesmas pembantu di Langkat ada 176 unit dengan rusak ringan 46 unit dan 10 unit rusak berat. Akibat fasilitas kesehatan yang rusak ini, seluruh pasien di RSUD Tanjungpura dipindahkan ke RSU Putri Bidadari.
"Untuk sementara pelayanan RSUD Tanjung Pura dihentikan sampai proses pemulihan memungkinkan layanan kembali dibuka. Sebagai langkah tanggap darurat, Dinas Kesehatan telah mengoperasikan posko siaga bencana 24 jam melalui PSC 119 untuk memastikan pelayanan medis tetap tersedia bagi masyarakat," ungkap Bupati Langkat, Syah Afandin dalam laporannya kepada Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Oktavianus.
Kedatangan Wamenkes merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat dalam percepatan pemulihan layanan kesehatan pasca bencana. Bupati yang karib disapa Ondim itu menjelaskan, banjir memberikan dampak yang besar terhadap sarana kesehatan, terutama kerusakan peralatan medis.
“Sekitar 70 persen alat kesehatan mengalami kerusakan. Kami berharap dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan agar layanan kesehatan dapat segera pulih dan masyarakat bisa kembali terlayani dengan baik,” ujarnya.
Ondim juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan langsung Wakil Menteri Kesehatan, yang dinilai sangat membantu dalam percepatan penanganan dan pemulihan fasilitas kesehatan di Kabupaten Langkat. Sementara dalam arahan Wamenkes, pemerintah pusat akan menyesuaikan langkah intervensi berdasarkan tingkat kerusakan sarana dan prasarana kesehatan di daerah terdampak.
"Kementerian Kesehatan akan memastikan dukungan sesuai kebutuhan daerah, sehingga pemulihan layanan kesehatan dapat berjalan cepat dan terarah,” ujar Benjamin. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan