LABURA, Sumutpos.jawapos.com-Solidaritas warga Labuhanbatu Utara kembali terbukti. Dalam aksi kemanusiaan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah, para relawan dan penggiat media sosial Labura berhasil menghimpun donasi sebesar Rp42.763.000 dalam waktu lima hari.
Penggalangan dana yang berlangsung hingga Jumat (5/12/25) ini diprakarsai oleh Admin Jasaku Kuliner bersama LAZISMU Labura, serta didukung berbagai komunitas digital, relawan lapangan, dan pegiat sosial media dari berbagai sektor.
Dukungan datang dari sejumlah pihak, di antaranya Admin Sekitar Labura, Laburaku, Surianto, Andre Wijaya, Owner RM Gumarang Rizal, Ustaz Ilyas Harahap, IPM, Muda Cikal Cendekia, hingga relawan independen. Penggalangan dana dilakukan di titik-titik keramaian dan sepanjang jalur lalu lintas utama, memudahkan masyarakat yang ingin berdonasi.
Tak hanya uang, masyarakat juga menyumbangkan berbagai kebutuhan penting bagi korban bencana. Bantuan yang terkumpul meliputi:
- Pakaian layak pakai untuk pria, wanita, anak-anak, dan bayi
- Mukena, gamis, sarung, selimut
- Pampers bayi dan lansia, pembalut wanita
- Beras, minyak goreng, gula, teh
- Susu bayi, susu kaleng, susu UHT anak
- Mi instan, Pop Mie, snack, biskuit, wafer
- Air minum kemasan dan lampu LED emergencyBaca Juga: 23 Puskesmas di Langkat dan RSUD Tanjungpura Terdampak Banjir
Seluruh bantuan diberangkatkan pada Kamis sore (4/12/25) dari RM Gumarang, Aek Kanopan, menggunakan armada yang terdiri dari satu unit truk cold diesel, satu pikap, satu mobil pribadi, dan satu ambulans.
Donasi tidak hanya datang dari pengguna jalan, tetapi juga dari warga Kabupaten Asahan dan Labura yang merasa terpanggil untuk membantu saudara sebangsa. Antusias masyarakat dalam aksi ini menunjukkan tingginya kepekaan sosial terhadap musibah yang terjadi di daerah lain.
Seorang relawan dalam pelepasan bantuan mengatakan,
“Semoga bantuan ini meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor. Semoga perjalanan pendistribusian lancar dan para relawan diberi keselamatan.”
Para penggiat sosial berharap aksi peduli semacam ini terus berlanjut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial masyarakat terhadap korban bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Gerakan ini bukan hanya soal bantuan logistik, tetapi juga bukti bahwa kepedulian dapat menjadi kekuatan besar ketika dilakukan bersama—sebuah semangat kemanusiaan yang terus menyala di tengah masyarakat Labura.(mag-11/han)
Editor : Johan Panjaitan