DAIRI,Sumutpos.jawapos.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan memaparkan capaian kinerja bidang Pidana Khusus (Pidsus) sepanjang tahun berjalan. Upacara peringatan dipimpin langsung Kepala Kejari Dairi, Bima Yudha Asmara SH, MH, Selasa (9/12/2025), dan dilanjutkan dengan pemaparan hasil penanganan perkara korupsi.
Turut hadir dalam pemaparan tersebut Kasi Pidsus Rezky Nasution SH, MH, Kasi Intelijen Gerry Gultom SH, MH, Kasi Pidum Adhy Limbong SH, MH, Kasi Datun Ade Sinaga SH, MH, serta Kasubbagbin Dedy Sihombing SH, MH.
Bima merinci, selama tahun 2025 Kejari Dairi telah menangani perkara korupsi pada beberapa tahapan:
- Penyelidikan: 5 perkara
- Penyidikan: 2 perkara
- Penuntutan: 4 perkara
- Eksekusi: 6 perkara
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dalam mengungkap dan menindak berbagai kasus korupsi di wilayah hukum Dairi,” ujar Bima.
Salah satu perkara yang kini memasuki tahap penuntutan adalah dugaan korupsi pengadaan bilik sterilisasi COVID-19 pada Dinas Kesehatan Dairi tahun anggaran 2020. Dua terdakwa, yakni:
- LDP — Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
- JH — Pihak rekanan
kini menjalani persidangan dan dijadwalkan memasuki agenda tuntutan pada 11 Desember 2025.
Dalam perkara ini, pihak rekanan telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp300 juta, yang kini tersimpan di rekening penampungan Kejari Dairi. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total kerugian negara sebesar Rp520 juta.
Melalui bidang Pidsus, Kejari Dairi juga mencatat keberhasilan menyelamatkan keuangan negara senilai Rp260.892.122 sepanjang 2025.
Bima menegaskan bahwa penegakan hukum bukan satu-satunya langkah yang dilakukan. Pihaknya juga menjalankan mandat untuk memberikan perlindungan dan edukasi kepada masyarakat.
“Kami melakukan penyuluhan hukum kepada masyarakat, Pemerintah Desa, serta pemerintah kabupaten di Dairi dan Pakpak Bharat. Pencegahan persuasif tetap menjadi bagian penting dari tugas kami,” jelasnya.
Menutup pemaparan, Bima menegaskan komitmen Kejari Dairi untuk terus menjaga integritas dan kepercayaan publik.
“Kami akan terus melakukan langkah represif maupun preventif untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah dan memberantas segala bentuk penyimpangan,” tegasnya.
Peringatan Hakordia 2025 di Dairi menjadi momentum penting memperkuat komitmen lembaga penegak hukum dalam memerangi korupsi dan mendorong tata pemerintahan yang lebih bersih.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan