Sumutpos.jawapos.com-Kementerian Agama (Kemenag) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir pada tiga titik distribusi di Aceh, Jumat (12/12). Titik distribusi yakni kawasan Masjid Syuhada Aceh Tamiang, Desa Benua Raja dan Desa Kota Lintang.
Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag dan Kepala Biro AUPK UIN Sumatera Utara Dr. Ibnu Sa’dan, M.Pd menyerahkan bantuan kemanusiaan tersebut bersama sejumlah dosen, staf, mahasiswa dan satuan tugas tanggap bencana.
Saat dikunjungi rombongan UIN Sumatera Utara, terlihat kondisi di sekitar Masjid Syuhada tampak memprihatinkan. Genangan air yang sebelumnya mencapai lima meter meninggalkan endapan lumpur tebal di banyak rumah warga. Di titik ini, keluarga beberapa mahasiswa UIN Sumatera Utara juga terdampak banjir.
Misi kemanusiaan ke titik kedua dilakukan di Desa Kota Lintang. Desa Benua Raja menjadi titik terakhir dalam penyaluran bantuan bencana. Di titik distribusi ini, terdapat pula beberapa keluarga mahasiswa UIN Sumatera Utara yang rumahnya turut terendam banjir.
Titik ketiga penyaluran bantuan dari UIN Sumatera Utara dilakukan di Desa Kota Lintang. Kepala desa setempat menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.
"Sudah hampir dua minggu kami kesulitan air bersih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang masih berjuang memulihkan kehidupan," katanya.
Bantuan ini disambut haru oleh warga di tiga titik distribusi. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan dukungan moril yang diberikan.
Meskipun banjir mulai surut, lumpur tebal masih menutupi sebagian besar rumah dan fasilitas umum. Warga mengaku kehadiran tim UIN Sumatera Utara memberi semangat baru untuk bangkit. "Kami merasa tidak sendiri, ada yang peduli dengan penderitaan kami," ujar warga.
Sementara itu Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari misi sosial Kemenag dan UIN Sumatera Utara dalam membantu masyarakat terdampak bencana di beberapa titik wilayah tersebut. Bantuan antara lain sembako, makanan siap saji, pakaian dan air bersih, peralatan kebersihan serta genset.
Kehadiran UIN Sumatera Utara dan Kemenag juga menjadi tanda nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga pemerintah dalam misi kemanusiaan. "Bantuan ini merupakan hasil gotong royong dari Kemenag, sivitas akademika UIN Sumatera Utara, para alumni dan mahasiswa," jelasnya.
Rektor menyebutkan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya untuk masyarakat umum. Tetapi juga sebagai bentuk empati kampus kepada keluarga mahasiswa.
"Kami ingin memastikan keluarga besar UIN Sumatera Utara juga mendapat perhatian yang sama dalam bencana ini. Kami sangat sedih melihat keadaan di sini. Semoga Allah memberi kekuatan dan ketabahan kepada saudara-saudara kita," ujar rektor.
“Selain kebutuhan pangan, warga sangat membutuhkan air bersih. Kami berupaya membantu sebisa mungkin agar kehidupan mereka bisa kembali berjalan,” ujarnya.
Rektor menutup kunjungan dengan doa agar masyarakat Aceh Tamiang dapat segera bangkit. "Semoga ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang telah ikut membantu," kata Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan