Sumutpos.jawapos.com-Amanda Rusdiana yang akrab disapa Omesh bersama sejumlah artis dan bintang seni hiburan beri semangat kepada warga korban bencana alam di Langkat, Minggu (14/12). Ia hadir bersama sang istri, Dian Ayu Lestari yang juga presenter dan model.
Turut hadir Alfiansyah Bustami yang akrab disapa Komeng. Ia dikenal antara lain sebagai pelawak, presenter dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Jawa Barat.
"Kami hadir untuk memberi support terhadap bencana di Sumatera," kata Omesh saat bertemu Tun DR H Rahmat Shah di markas Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut, sebelum bertolak ke Langkat.
Sebelumnya ke Langkat, kata Omesh, dirinya bersama teman-teman juga sudah ke Aceh Tamiang dan Sumatera Barat. "Kami fokus pada psikososial pasca-bencana. Fokus kami pada anak-anak dan orangtua yang alami musibah bencana. Biasanya kami hibur bersama pendongeng nasional Paman Gerry dan Ferry Maryadi (Kang Ferry)," katanya.
Dijelaskannya, kita berbagi dan bermain bersama anak-anak. Main game, mendongeng baju-baju boneka. "Kita fokus pada psikososial, walaupun kita juga membawa bantuan-bantuan seperti pembalut, baju, popok, sarapan siap makan," sebutnya.
Mengenai bencana Sumatera, Omesh menegaskan Indonesia berduka. "Seluruh Indonesia, sayang pada warga Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Intinya kita satu Indonesia. Jangan pernah merasa sendirian. Kita bergerak atas nama kemanusiaan," tegas warga Sukabumi tersebut.
Sementara itu Ketua PMI Sumut Tun DR H Rahmat Shah didampingi Wakil Ketua PMI Sumut Dr H Sakhyan Asmara mengapresiasi dan bahagia atas kepeduliaan para public figure dan bintang tenar yang dikenal dan orang baik yang ingin berbuat dan memberi kepada warga yang terdampak bencana.
"Bersama-sama kita lakukan yang mulia. Di agama apapun, berbuat baik dan menolong, sangat dibutuhkan mereka. Apalagi dalam bencana alam, menyebabkan banyak kehilangan keluarga, kehilangan organ tubuh, kehilangan rumah dan macam-macam," katanya.
Tokoh nasional dari Sumut juga mengapresiasi kepedulian masyarakat, para relawan, teman-teman pengusaha dan pejabat yang bersatu untuk tolong menolong. Bahkan sahabat-sahabat dari luar negeri termasuk rumah sakit, kata Tun DR H Rahmat Shah, juga menunjukkan kepedulian terhadap bencana Sumatera.
Apabila bencana Sumatera dideklarasikan sebagai bencana nasional, menurut ketua PMI Sumut, hal ini tidak ada salahnya. "Kalau kita bersatu dan penuh kebersamaan, Insya Allah, sesuatu yang baik kita lakukan, akan mendapatkan kebaikan yang lebih banyak lagi jika dilakukan ikhlas dan tanpa pamrih," terang mantan anggota DPD RI tersebut.
Tun DR H Rahmat Shah menambahkan beberapa pekan pasca-bencana ketersediaan beras mencukupi. "Kalau bisa dibantu untuk makanan yang bisa siap saji. Air perlu. Ya mainan anak-anak," rincinya.
Keluarga besar PMI bersama semua pihak, kata ayah Ralline Shah, berusaha terus membantu. Ia menambahkan bahwa saat ini di Aceh Tamiang dan daerah Tapanuli masih menjadi titik terparah terdampak bencana. "Sejauh ini penanganan cukup baik. Namun kita butuh peralatan yang lebih canggih untuk menerobos ke daerah bencana. Lumpurnya itu lengket. Jalan ngak ada, parit ngak ada. Hujan sedikit, rumah yang telah dibersihkan, balik lagi kotor. Maka tidak bisa main-main. Harus dengan kekuatan yang besar dan betul-betul serentak membersihkan," terang Tun DR H Rahmat Shah.
Selain dampak terhadap manusia, Tun DR H Rahmat Shah didampingi Dr Hasrul Benny Harahap DH MH, Prof Fitri Ramadana, Novan Efendi Siregar SE MSi dan pengurus lainnya juga menyoroti kerusakan lingkungan dan korban satwa akibat bencana. Ia mengingatkan bahwa penanganan yang lambat berpotensi memicu bencana lanjutan berupa wabah penyakit. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan