LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com-Menjelang arus mobilitas tinggi pada bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 2026, PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) mengintensifkan kampanye keselamatan berkendara di ruas Tol Medan–Bandara Kualanamu–Tebing Tinggi. Sasaran utama program ini adalah para pengemudi truk dan angkutan barang yang mendominasi lalu lintas harian di jalur tersebut.
Kampanye ini difokuskan pada edukasi tentang risiko kelelahan saat berkendara, salah satu faktor pemicu utama kecelakaan di jalan tol. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi langsung, pembagian selebaran keselamatan, serta pemasangan stiker reflektif di bagian belakang kendaraan sebagai pengingat visual bagi pengguna jalan lain.
Direktur Utama JMKT, Thomas Dwiatmanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diperkuat menjelang periode mudik untuk menekan angka kecelakaan secara preventif.
“Ini kampanye berkala sebagai langkah antisipatif untuk menurunkan angka kecelakaan di ruas Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi. Kami mengedukasi pengguna jalan, khususnya sopir angkutan barang, agar tetap menjaga keselamatan selama perjalanan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Selain edukasi, JMKT juga memperkuat langkah teknis di lapangan. Penambahan rambu peringatan, pemasangan rotator pengingat, hingga patroli rutin dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Perusahaan juga membentuk satuan tugas khusus untuk mengantisipasi gangguan seperti lemparan batu maupun masuknya hewan ternak ke area tol, termasuk dengan memperkuat pemasangan pagar pembatas.
Thomas menegaskan, keselamatan bukan hanya tanggung jawab pengelola jalan tol, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan, terutama para pengemudi.
“Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama. Kampanye ini adalah bentuk edukasi dan pencegahan agar semua pihak memiliki kesadaran yang sama dalam menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman,” tegasnya.
Para sopir truk dan bus lintas menjadi perhatian khusus karena tingginya potensi kelelahan saat menempuh perjalanan jarak jauh. Mereka dianjurkan beristirahat secara berkala, memastikan kondisi tubuh tetap prima, serta memahami panduan keselamatan berkendara di jalan tol.
Berdasarkan data monitoring awal tahun 2026, volume kendaraan di ruas tersebut mencapai sekitar 20 ribu unit per hari. Dengan intensitas lalu lintas yang tinggi, kampanye keselamatan ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa, terutama saat memasuki puncak arus mudik mendatang.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri jajaran manajemen operasional JMKT, perwakilan Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), serta unsur Satuan Lalu Lintas Kepolisian yang mendukung penguatan disiplin berkendara di jalan tol.(btr/han)
Editor : Johan Panjaitan