Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tragedi di Kolam Paluta: Empat Bocah Kakak Beradik Tewas Tenggelam

Johan Panjaitan • Jumat, 6 Maret 2026 | 11:21 WIB

Jasad kedua bocah yang tewas tenggelam di kolam saat disemayamkan di rumah duka, Dusun Rokan Baru, Desa Rondaman, Kabupaten Paluta. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)
Jasad kedua bocah yang tewas tenggelam di kolam saat disemayamkan di rumah duka, Dusun Rokan Baru, Desa Rondaman, Kabupaten Paluta. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)


PALUTA, Sumutpos.jawapos.com – Duka mendalam menyelimuti Dusun Rokan Baru, Desa Rondaman, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Empat bocah ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kolam milik warga pada Kamis (5/3/2026) sore.

Keempat korban merupakan dua pasang saudara yang masih berusia sangat muda, yakni Azizi Wahab Tanjung (7) bersama adiknya Johar Partaonan Tanjung (4), serta Pitri Ripai (8) dan Sri Anggun Ripai (5).

Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, seorang warga bernama Maradongan Nasution sempat melihat keempat anak tersebut bermain dan mandi di kolam milik Maruli Nasution.

Tanpa menaruh curiga, saksi kemudian meninggalkan lokasi untuk mencari brondolan sawit di sekitar kebun. Situasi yang semula dipenuhi canda tawa anak-anak itu berubah menjadi tragedi beberapa jam kemudian.

Sekitar pukul 17.30 WIB, saksi kembali ke lokasi kolam untuk mandi. Pada saat bersamaan, kakak salah satu korban datang mencari adiknya yang tak kunjung pulang.

Kecurigaan pun muncul ketika suasana di sekitar kolam terasa sunyi. Saat saksi mengarahkan pandangannya ke tengah kolam, ia terkejut melihat empat tubuh kecil mengapung di permukaan air.

“Ketika saksi melihat ke tengah kolam, ia mendapati keempat anak tersebut sudah dalam kondisi mengapung,” ujar Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Harahap.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya mengevakuasi para korban dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Petugas Polsek Padang Bolak yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan medis terhadap jenazah korban.

Hasil pemeriksaan tim medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban. Indikasi yang ditemukan justru mengarah pada kematian akibat tenggelam.

“Dari hasil pemeriksaan medis ditemukan busa di hidung serta pasir di telinga korban. Kesimpulannya, penyebab kematian adalah tenggelam atau drowning murni,” jelas AKP Abdul Hakim Harahap.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun warga Desa Rondaman. Dalam satu sore, empat nyawa anak-anak harus pergi sekaligus.

Kapolsek Padang Bolak pun mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di area yang berpotensi membahayakan seperti kolam, sungai, atau perairan lainnya.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Orangtua harus lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak agar tragedi serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Saat ini, keempat jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Desa Rondaman pun diliputi suasana duka mendalam atas kepergian empat bocah yang seharusnya masih menikmati masa bermain mereka.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan